Diberi absensi ketika duduk di belakang sebagai asisten

Pengalaman lucu ini saya alami kemarin ketika menemani dosen saya mengajar Dasar-Dasar Pemograman. Suatu mata kuliah pilihan tingkat II di Program Studi Fisika.

Saya iseng-iseng ikut dosen saya mengajar di kelas. Memang saya adalah asisten beliau di mata kuliah tersebut. Saya pun duduk di belakang.

Sekeliling saya adalah para mahasiswa tingkat II, mahasiswa yang baru lulus Tahap Persiapan Bersama (TPB) dan masuk jurusan Fisika.

Saya berpenampilan layaknya mahasiswa, kaos berkerah, mengenakan jaket Nike, bersepatu sport, menulis silabus materi dan aturan perkuliahan di sebuah notepad.

Dosen saya pun menyebarkan absensi sambil menjelaskan silabus dan aturan perkuliahan di depan. Seorang mahasiswa lantas memberikan saya absensi, saya pun menolak mengisi. Lalu seorang mahasiswa lagi mencoba memberi saya absensi, dia berkata pelan “absen nich”. Lagi-lagi saya menolak, dan memang saya tidak perlu mengisi absen karena bukan peserta kuliah.

Lalu seorang mahasiswa datang terlambat, dia pun dengan polos duduk di samping saya dan bertanya

itu yang 60% dan 40% apaan?

Menunjuk pada tulisan di notepad saya tentang persentase nilai dari praktikum dan teori. Saya pun menjawab dengan wajar.

Lalu hal lucu pun terjadi, dosen memperkenalkan saya sebagai asisten nya, menceritakan sedikit tentang latar belakang saya dan saya memperhatikan para mahasiswa itu pun saling senyum (mungkin menyangka saya mahasiswa dan merasa malu karena sudah menawari mengisi absen).

Pengalaman yang lucu.

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s