Mendaftar S3 tanpa jaminan biaya

Pengalaman pertama yang menarik yang ingin saya tulis di adalah ketika saya memutuskan untuk mendaftar S3 di program studi Fisika ITB tanpa adanya jaminan biaya.

Saya memutuskan untuk mendaftar program Doktor di program studi Fisika, ITB dikarenakan saya ingin menjadi dosen. Padahal semula saya tidak bercita-cita menjadi dosen, saya tadinya ingin bekerja di industri. Ada beberapa hal yang mendorong saya untuk menjadi dosen, diantaranya:

  1. Saya senang mengajar dan menginspirasi orang lain untuk menemukan potensi terbesar mereka.
  2. Saya kecewa dengan pendidikan di negara ini.
  3. Saya terinspirasi oleh beberapa dosen yang saya kenal baik yang pernah mengajar saya, walaupun yang saya baca kisah suksesnya.
  4. Saya cukup kesal jika melihat guru-guru yang memberikan pengajaran kepada murid dengan asal, yang menganggap mengajar bukan sebagai profesi, tapi hanya sebuah pekerjaan untuk bertahan hidup.
  5. Saya merasa tidak cocok bekerja di Industri. Bekerja di sana sangat mengekang kebebasan melakukan riset dan pasti akan banya berurusan dengan hal yang bersifat administrasi dan saya benci perkara administrasi🙂
  6. Dosen pembimbing saya semenjak S1 mengajak saya sejak 2 tahun yang lalu untuk melanjutkan S3. Beliau begitu rajin mengajak saya dan berharap saya menjadi partner nya di lab komputasi Fisika ITB.
Saya memberanikan diri mendaftar program Doktor. Lucunya, saya mendaftar program Doktor di ITB tanpa Ijasah Master (S2) karena memang saya belum diwisuda. Saya mendaftar dengan surat lulus sementara, bahkan transkrip sementara pun saya belum punya.
Saya tidak punya biaya ketika itu (dan sampai sekarang pun tidak ada biaya), orang tua tidak ada biaya, uang saya yang saya peroleh di Jepang sudah saya habiskan untuk investasi diri sendiri. Jadilah saya mendaftar tanpa jaminan biaya.
Saya lalu mendaftar sebagaimana lazimnya mahasiswa mendaftar. Nah, di berkas pendaftaran terdapat formulir yang harus diisi oleh orang tua/wali yang menyatakan kesediaan untuk membayar biaya pendidikan. Saya lalu dengan polosnya memberikan kepada dosen pembimbing dan meminta kesediaannya untuk mengisi form tersebut. Puji Tuhan dia bersedia.
Saya lalu mengajukan lamaran beasiswa Voucher ITB untuk pembebasan biaya kuliah doktor yang mencapai 9 Juta rupiah / semester. Selain itu mengajukan beasiswa Unggulan DIKTI untuk program Double Degree Indonesia-Perancis.
Puji Tuhan, saya qualified secara akademik dan diterima di Program Doktor Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Lalu, persoalan baru pun muncul. Saya harus mengajukan penangguhan biaya ketika melakukan daftar ulang dengan alasan menunggu beasiswa. Biasanya penangguhan semacam ini sulit untuk diurus dan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memperoleh prioritas khusus, bahkan beredar gosip bahwa tidak ada penangguhan sama sekali.
Penangguhan yang dimaksud adalah saya tidak perlu membayar dulu ketika daftar ulang hingga suatu batas waktu yang ditentukan ITB.
Puji Tuhan, ternyata ITB berbaik hati dengan memberikan penangguhan biaya HANYA bagi mereka yang telah mengajukan beasiswa. Berbekal bukti pendaftaran beasiswa Voucher dan Unggulan DIKTI saya pun memperoleh rekomendasi untuk penangguhan biaya.
So, saat ini saya sudah berkuliah di minggu pertama sambil menunggu pengumuman beasiswa.
Pelajaran yang saya peroleh
Bermimpi dan bertindaklah dahulu, hasil urusan belakangan.
Tuhan membuka jalan bagi mereka yang berusaha keras. Saya banyak mengalami hal yang serupa, dimana saya diperhadapkan dengan situasi yang tidak pasti, saya selalu memaksakan diri untuk bertindak bahkan di saat tidak ada jaminan keberhasilan.
Saya sering kesal melihat adik-adik kelas saya yang begitu ragu dan khawatir akan masa depan mereka. Mereka seakan-akan tidak berani bermimpi dan terkekang oleh masa lalu. Padahal
Masa lalu seharusnya jangan menjadi bagian masa depan kita.
Mereka enggan bermimpi, mereka takut akan biaya tinggi, mata pelajaran yang sulit. Padahal, mereka berusaha saja belum, bahkan bermimpi saja tidak mau. Jangan harap memperoleh hasil yang baik apabila bermimpi dan bertindak saja sudah enggan.
Ada ungkapan lucu begini
Jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti kalau gagal, jatuhnya lebih sakit.
Tapi menurut saya:
Bermimpilah yang tinggi, gagal dan berhasil urusan belakangan karena walaupun gagal, kita adalah pemenang bagi diri sendiri karena telah melampaui kemampuan diri sendiri dan berani merealisasikan mimpi kita.
– be blessed –

8 thoughts on “Mendaftar S3 tanpa jaminan biaya

  1. Pingback: iman itu terbukti… kuliah gratis selama 3 tahun « My Ph.D Life

    • Thanks for the comment… knapa agak sulit ? yang penting kita coba… kalau kita membidik matahari… kalaupun ga nyampe, toh nyangkutnya di bulan atau bintang… coba kalau bidik nya hanya langit? nyangkut di mana coba ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s