dosen yang pandai mengajar itu… langka

Seseorang yang pintar belum tentu pintar mengajari orang lain.

Kemampuan mengajar itu bisa merupakan bakat alam atau sesuatu yang diniati dan dilatih. Seseorang bisa memiliki bakat alam mengajar dimana memang panggilan hidupnya adalah menjadi seorang pengajar. Para guru sekolah biasanya berada di bagian ini, di mana memang cita-cita mereka adalah menjadi seorang guru.

Dosen memiliki perbedaan dengan guru di sekolah-sekolah umum. Prioritas mereka bukanlah mengajar, prioritas tertinggi mereka adalah melakukan penelitian. Jejang karir mereka bahkan ditentukan oleh jumlah publikasi, jumlah konfrensi bukan ditentukan seberapa cakap mereka mengajar.

Memang ada sertifikasi dosen yang berisi tentang kuesioner dari para mahasiswa/alumni yang berisi kecakapan mereka mengajar di kelas. Tapi setahu saya, hal ini tidak sepenting jumlah publikasi yang mereka lakukan. Belum lagi keterlibatan mereka di proyek di luar kampus. Sebagai konsultan perusahaan misalnya.

Nah, prioritas-prioritas seperti ini yang menjadikan mereka terkadang membuat mereka mengajar asal-asalan. Mahasiswa dituntut untuk belajar sendiri.

Memang bahwa mahasiswa itu harus bisa belajar dan mencari ilmu sendiri, tapi kami membutuhkan inspirasi dalam pengertian mendalam tentang suatu materi kuliah.

Saya memiliki dosen favorit sepanjang saya menempuh pendidikan S1 hingga S3 sekarang. Mereka adalah para dosen yang tidak asal mengajar, mereka mengajar dengan hati, dengan sistematis dan mampu menjadi inspirasi para mahasiswa. Bahkan dari antara mereka banyak yang mengenal mahasiswanya secara pribadi.

Saya terkadang dibuat kagum oleh dosen yang memberi perhatian khusus pada mengajar di kelas. Mereka mempersiapkan kuliah dengan baik, mereka menjelaskan secara perlahan dan keseriusan mereka terlihat dari seberapa bagus tulisan mereka di papan tulis🙂

Kemarin saya terpesona dengan cara mengajar Pak Wahyu Srigutomo, dosen yang mengajar Elektrodinamika yang mengajar mengenai dasar elektrostatik dan magnetostatik. Apa yang beliau ajarkan memang terlampau mendasar, bahkan beliau berkata:

Mungkin yang akan saya ajarkan sedikit menyinggung bapak ibu sekalian, suatu konsep yang sangat sangat mendasar.

But guess what?

Kami mendapat pemahaman yang lebih mendalam mengenai materi kuliah awal tersebut.

Saya sendiri memperoleh penyegaran dari apa yang beliau ajarkan. Beliau bisa menjelaskan dengan cara berpikir yang baik mengenai empat persamaan elektrostatik dan magnetostatik:

4 persamaan elektrostatik dan magnetostatik

Beliau pun di awal kuliah berkata bahwa suatu rumusan fisika harus memiliki arti fisis yang bisa dibayangkan dengan mudah seperti yang saya tulis di post sebelumnya. Memang hal ini terdengar filosofis, namun hal penting inilah yang kurang ditekankan oleh dosen yang lain.

Keseriusan beliau dalam mengajar terlihat dari kelelahan beliau setelah kuliah. Di akhir kuliah dia berkata bahwa memang beginilah cara beliau mengajar, ada sedikit humor dan terlihat lelah, bahkan beliau bercanda bahwa kalau bukan bulan puasa, beliau selalu membawa botol minuman ke kelas.

Para mahasiswa memerlukan dosen-dosen yang memberi perhatian khusus pada mengajar. Saya tidak berkata bahwa mahasiswa diperlakukan seperti siswa SD, SMP atau SMU yang harus selalu disuapi ilmu,

kami memang harus bisa mencari ilmu sendiri, namun kami tetap memerlukan inspirasi dalam pengertian yang mendalam (sense of intuitive) mengenai suatu materi kuliah.

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s