mengapa kita harus belajar matematika dan sains?

apa gunanya kita belajar mengenai vektor?

Kurang lebih demikian, pertanyaan seorang anak dari kelas X-9 SMAN 2 Cimahi ketika saya mengajar aljabar vektor mereka siang tadi. Pertanyaan itu pun yang sering saya dengar ketika jaman SMP dan SMA. Masalah ini menjadi masalah motivasi bagi mereka. Tentu mereka tidak akan memberikan yang terbaik dalam belajar kalau mereka tidak tahu alasan mereka belajar.

Untuk menjawab pelajaran itu, saya pun menjawab dengan pengalaman saya ketika SMA

dulu ketika SMA, saya bertanya hal yang sama. Saya ingat ketika Bu Mimin (guru saya jaman SMA yang juga guru kelas X-9) menjelaskan tentang gerak parabola. Saya berkata dalam hati, “ya kalau bendanya jatuh ya jatuh saja, apa urusannya dengan saya”. Saya pun mengalami masalah motivasi yang sama, saya tidak melihat adanya alasan yang kuat mengapa saya harus belajar Fisika yang sebetulnya tidak akan saya gunakan ketika bekerja nanti (saya ketika itu tidak menyangka bahwa saya akhirnya menjadi fisikawan🙂 )

Tapi belakangan saya sadar, bahwa belajar matematika dan sains mengajarkan cara berpikir yang baik, mengajarkan berpikir logis, mengajarkan berpikir terstruktur dan melatih daya talar kita.

Jujur bahwa tidak satupun pelajaran Fisika SMA yang ngangkut di kepala saya, tapi… ternyata pelajaran, PR yang banyak dan ulangan itu telah melatih otak saya sehingga menjadikan saya seperti sekarang. Mampu belajar pelajaran SMU dengan cepat, mampu berpikir secara terstruktur dan mampu berpikir dengan logis.

Saya mengibaratkan belajar matematika dan sains seperti olahragawan.

Seorang olahragawan harus berlatih rutin dan keras untuk menghadapi suatu pertandingan. Tapi apakah semua materi saat mereka berlatih akan mereka gunakan ketika beranding? tentu tidak, yang terpakai adalah otot mereka yang sudah terlatih, sehingga bisa memenangkan pertandingan.

Sama halnya dengan belajar matematika dan sains.

Belajar matematika dan sains melatih otak kita, sehingga ketika persoalan yang menuntut cara berpikir logis dan terstruktur dapat kita pecahkan.

Jika olahraga adalah untuk melatih otot, maka matematika dan sains adalah untuk melatih otak. Kita tidak perlu hafal akan semua mata pelajaran matematika dan sains (lagipula memang tidak mesti dihafal), tapi yang kita harus kita kuasai adalah cara berpikir yang logis dan terstruktur.

Inilah yang harus diajarkan oleh guru kepada muridnya. Memberi pemahaman kontekstual pada suatu materi pelajaran. Serta memberikan wawasan dan motivasi tentang alasan mengapa mereka harus belajar sains.

Anak-anak kita adalah anak-anak yang cerdas dan pintar. Tapi, kecerdasan mereka harus didorong dengan motivasi dan inspirasi yang kuat. Itulah bagian guru selain mengajarkan pelajaran, yakni memberikan motivasi dan inspirasi.

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s