riset akan useless jika tidak dipublikasikan

Kenyataan yang saya pikirkan sepanjang hari kemarin.

Saya memikirkan kenyataan ini karena saya begitu tidak nyaman mengerjakan revisi paper yang saya ajukan untuk dipublikasikan di Gakuto International Series, sebuah jurnal internasional tentang matematika dan aplikasinya.

Saya men-submit penelitian yang saya kerjakan di Jepang, yang berjudul:

Stochastic moving particle semi-implicit for inviscid fluid wave simulation

Hasil penelitian ini mendapat hak paten atas nama Fujitsu, perusahaan komputer yang mempekerjakan saya dan teman-teman lain untuk riset di bidang fluid dynamics.

Saya men-submit sekitar bulan April lalu, tak lama setelah saya pulang dari Jepang. Lalu, pada tanggal 28 Juli 2011, saya memperoleh Referee Report. Suatu dokumen yang berisikan notes dari reviewer jurnal tersebut. Notes tersebut berisi banyak hal yang harus saya perbaiki agar jurnal tersebut diterima.

Bagian awal referee report untuk paper yang saya submit

Deadline untuk perbaikan adalah tanggal 15 Agustus besok. Jujur, saya kurang menyukai menulis jurnal. Saya lebih suka mempresentasikan hasil penelitian di Conference. Penelitian ini pernah saya presentasikan di ISCS (International Symposium in Computational Science) di Kanazawa pada bulan Februari silam di Jepang.

Saat presentasi itu, saya memperoleh sambutan yang baik dari pada audience (yang termasuk rektor ITB, Prof. Akhmaloka). Saya mampu menampilkan penelitian itu dengan baik karena saya menyukai presentasi ketimbang menuliskannya.

Namun apa mau dikata sesuai dengan judul post ini,

riset akan useless jika tidak dipublikasikan

Akhirnya kemarin saya memaksakan diri untuk memperbaiki 16 notes dari referee. Dan sudah selesai 14-15 diantaranya. Beberapa notes memang sulit untuk diperbaiki karena berhubungan dengan konsep cara berpikir proses penelitian tersebut.

Saya tidak merasa nyaman dengan pekerjaan ini. Saya harus berpikir bagaimana menyampaikan gagasan lewat tulisan sehingga mereka yang membacanya dapat mengerti alur cara berpikir saya.

Jika boleh memilih apakah ingin publish di jurnal internasional atau proceedings biasa? maka saya akan memilih proceedings biasa yang referee-nya tidak terlalu ketat.

NOTES : Proceedings adalah suatu kumpulan dokumen penelitian yang dipresentasikan di suatu konfrensi. Referee di proceedings biasanya tidak seketat di jurnal internasional. Walau publish di jurnal internasional lebih memiliki gengsi dan kelas.

Tapi apa mau dikata, inilah kenyataan yang harus saya terima. Bahwa, penelitian akan sia-sia jika kita tidak mempublikasikannya. Saya juga berpikir panjang bahwa prestasi publish di jurnal internasiona dapat memberikan kelas tersendiri bagi diri saya pribadi.

Saya hanya bisa berharap saya menyukai pekerjaan menulis jurnal, sehingga saya dapat memberikan yang terbaik ketika harus menulis di jurnal berskala internasional.

So, now I guess I should fix the paper mistakes before 15th of August.

– be blessed –

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s