iman itu terbukti… kuliah gratis selama 3 tahun

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. – Ibrani 11:1

Posting pertama saya di blog ini adalah tentang awal mula studi S3 yang saya jalani, yakni proses pendaftaran. Di posting pertama itu, saya bercerita tentang tindakan iman saya untuk daftar kuliah tanpa jaminan biaya. Saya berharap pada dua beasiswa yang saya ajukan agar saya bisa berkuliah gratis.

Pengumuman beasiswa itu saya tunggu-tunggu. Hampir tiap hari saya cek pengumuman di website sekolah pasca sarjana ITB untuk salah satu beasiswa, yakni beasiswa Voucher ITB. Jujur, saya merasa harap-harap cemas. Terkadang kadar iman saya tinggi dan yakin saya bisa memperoleh beasiswa itu. Tapi terkadang juga saya merasa ragu, sering timbul pikiran seperti ini:

gimana kalau saya ga dapat beasiswa? orang tua dan saya sudah tidak ada biaya untuk membiayai kuliah sampai selesai.

Itulah kadar iman seseorang, terkadang kita yakin dan terkadang juga kita ragu. Ragu karena saya terkadang memikirkannya terlalu banyak, padahal

kalau sudah diserahkan ke Tuhan, ya sudah saja ga usah dipikirkan dan biarkan Tuhan bekerja.

Akhirnya Kamis lalu (18 Agustus 2011) ketika iseng-iseng saya membuka website, ternyata pengumumannya sudah ada. Saya lalu cepat-cepat men-download file pengumuman yang berupa surat keputusan rektor ITB.

Besar file nya 6.2 MB tapi serasa lama sekali saya men-download file tersebut, padahal koneksi internet saya sudah optimal. Empat menit serasa 4 bulan, muncul sedikit keringat dingin dan saya berdoa dalam hati supaya bisa tenang.

File itu pun selesai di-download, dan saya langsung membukanya, berikut cuplikan dari file tersebut:

Daftar penerima voucher program Doktor

Saya lalu mencari nama saya, dan Puji Tuhan nama saya ada di urutan nomor 7. Saya bersyukur saya bisa memperoleh beasiswa ini. Beasiswa ini bukan hanya 1 semester, tapi hingga 6 semester (3 tahun) artinya sampai saya lulus program Doktor Fisika.

Iman itu terbukti. Keberanian untuk yakin pada jalan-Nya terbukti, Tuhan sudah melakukan bagian-Nya. Dan kini giliran saya untuk melakukan bagian saya, yakni menyelesaikan program Doktor dengan sangat baik.

Saya lalu teringat pengalaman ketika S1 dan S2, saya pun memperoleh bantuan biaya. Entah itu dari orang tua asuh (teman papa saya membiayai saya selama 4 semester) atau beasiswa dari DIKTI.

Banyak teman saya yang menyebut hal seperti ini adalah keberuntungan, tapi

saya termasuk orang yang tidak percaya pada keberuntungan atau hoki. Berkat yang kita terima itu dari Tuhan yang diimbangi dengan usaha kita sebagai manusia. Siapa yang bisa menjelaskan dari mana datangnya keberuntungan atau hoki ? (karena keberuntungan dan hoki itu memang tidak ada).

So, here I am on my Ph.D program with full free tuition fee for 3 years. Thank you Lord.

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s