akhirnya buku-buku itu punya rumah

Books are the quietest and most constant of friends; they are the most accessible and wisest of counselors, and the most patient of teachers.  – Charles W. Eliot

Di posting terdahulu, saya mengeluh tentang keperluan saya akan rak buku yang lebih besar. Namun, hari ini tampaknya saya belum membutuhkan rak yang lebih besar karena ternyata penempatan buku dapat diatur sehingga semua buku punya “rumah”.

Pagi tadi saya membereskan dan membersihkan kamar. Buku yang belum punya “rumah” sudah seminggu saya taruh di lantai. Sungguh tidak enak dilihat.

Saat membersihkan dan merapikan kamar, saya punya ide. Ide nya yaitu menyimpan buku-buku text yang tidak akan saya gunakan di semester ini dari rak buku sehingga buku-buku baru saya bisa masuk di rak buku.

Saya pun memilih-milih buku yang tidak akan saya gunakan, lalu memindahkannya ke lantai. Setelah itu menaruh buku-buku baru di rak. Nah, persoalannya adalah di mana saya akan taruh buku-buku yang lama?

Saya lalu mencari tempat yang kira-kira bisa dipergunakan sebagai tempat sementara, saya mencari celah diantara tempat-tempat yang sudah tampak penuh. Dan akhirnya saya menemukannya, saya menaruh buku-buku lama itu di belakang monitor LED.

Here’s the pictures:

buku-buku baru itu akhirnya punya "rumah"

buku-buku lama disimpan "sementara" di belakang monitor LED.

 Sekarang, tidak ada buku yang tidak punya “rumah”, setidaknya untuk sementara… sebelum ada buku-buku baru yang datang nanti😀

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s