Tingkat pendidikan rendah? apakah hanya salah pemerintah?

Pagi ini saya dikejutkan oleh berita di kompas.com yang berjudul “belajar di lantai, siswa SD ini butuh meja dan kursi“. Sedih rasanya melihat potret pendidikan di negeri tercinta ini. Ketika membaca beberapa komentar yang ada di bawah berita tersebut, banyak (mungkin semua) menyalahkan pemerintah yang berkuasa serta politisi yang haus kekuasaan.

Pemerintah sudah jelas adalah pihak yang paling bertanggung jawab pada penyelenggaraan pendidikan serta kualitas yang diberikan oleh pendidikan terhadap rakyatnya. Pendidikan dasar yang semestinya menjadi prioritas, malah seakan-akan dibiarkan begitu saja.

Namun, ketika membaca berita ini, saya malah berpikir pada hal yang lain yang juga “menyumbang” rendahnya tingkat pendidikan di negara kita, setidaknya ada dua hal yang saya terpikir pagi ini dan saya tulis di post ini :

  1. Ada penyelenggara pendidikan yang sudah “mapan”, malah juga tidak memberikan pendidikan yang berkualitas.
    Ini adalah hal pertama yang terlintas di pikiran saya. Akhir-akhir ini saya dibuat heran oleh penyelenggara pendidikan yang sudah “mapan” dalam arti memiliki fasilitas dan ber-biaya mahal malah tidak memberikan pendidikan yang sepantasnya. Yang sepantasnya saja mereka tidak bisa berikan, apalagi yang berkualitas? Murid mengeluh karena tidak mengerti pada pelajaran yang diajarkan di sekolah, tugas-tugas yang menurut saya “aneh” dan hanya untuk “mengisi waktu” terkadang murid-murid terima dari guru mereka. Pemahaman konsep yang lemah juga menjadi kepedulian saya dalam pendidikan. Saya heran saja, konsep yang sederhana pun mereka tidak bisa mengerti (khususnya matematika dan fisika), mereka bisa menghitung dengan benar, nila ulangan lumayan baik tapi secara konsep sangat lemah, bahkan tidak mengerti apa yang mereka hitung. Sungguh menyedihkan.
  2. Siswa yang sudah bisa belajar dengan pantas, malah tidak mensyukuri kesempatannya dengan belajar sungguh-sungguh.
    Di sisi lain, saya juga melihat banyak guru yang sudah sepenuh hati mengajar, memberikan pendidikan yang benar, tapi tetap saja murid-muridnya tidak memahami pelajaran. Ini dikarenakan tingkat keseriusan mereka dalam belajar yang sangat rendah. Mereka tidak mensyukuri kesempatan belajar yang sudah mereka terima. Hal ini pun sangat menyedihkan.

Dua sisi yang saya pikirkan di atas, setidaknya bisa membuat saya tidak hanya bisa mengeluh pada pemerintah. Tingkat pendidikan yang rendah adalah musuh bersama dan rasanya tidak bijak juga kalau kita hanya menyalahkan pemerintah.

Kalau dipikir-pikir, aneh juga ya kalau pendidikan yang mahal dan pendidikan yang kurang biaya memiliki tingkat kualitas yang tidak jauh berbeda.

Pendidikan semestinya menjadi perhatian bersama, pemerintah, penyelenggara pendidikan serta mereka yang menikmati pendidikan.

Negeri ini memerlukan mereka yang berbuat bukan hanya yang sekedar berkata-kata.

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s