19 tips UN dan SNMPTN

yang memenangkan pertempuran, bukanlah dia yang memiliki kekuatan yang besar, tetapi strategi yang cermat.

Lagi-lagi post lama di profil Facebook dan rasanya masih relevan untuk di re-publish. Pada posting ini, saya ingin berbagi mengenai hal yang saya lakukan ketika menghadapi ujian UN dan SPMB (sekarang SNMPTN) ketika saya duduk di bangku SMA kelas 3, di SMAN 2 Cimahi.

Setiap tahun setidaknya saya dan beberapa teman alumni datang sekali ke SMAN 2 Cimahi untuk berbagi pengalaman ketika menjelang ujian. Dalam beberapa kesempatan itu, rasanya yang diceritakan bukanlah perkara teknis ketika belajar. Kebanyakan sich hanya motivasi dan cerita ketika duduk di bangku kelas 3 SMA.

So, di sini saya ceritakan semua perkara teknis yang saya lakukan ketika persiapan ujian, saat ujian dan menunggu hasil ujian.

  1. Masa lalu kita adalah masa lalu, selalu ada kesempatan untuk berubah.
    Seingat saya, saya tidak pernah masuk 3 besar ranking di kelas mana pun sejak kelas 1-3 SMA. Apalagi juara umum? ga pernah banget. Kelas 3 semester satu saya sempat kecanduan maen game online. Saya sering bolos les demi maen game (gmana ga bolos, tempat nge-game nya tepat di depan tempat les?). Dan itu adalah uang orang tua yang biayain saya les. Saya lalu mulai serius ketika bulan February 2004 untuk belajar. So, seburuk apapun track record kita, selalu ada kesempatan untuk berubah.
  2. Ambil tanggung jawab penuh atas hidup.
    Saya sadar bahwa lulus SMA dan masuk Univ Negri sebagai wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri. Tanggung jawab kepada orang tua yang menyekolahkan kita. Dulu, saya enggan untuk daftar univ swasta sebagai “cadangan” karena kasian pada orang tua yang harus mengeluarkan biaya besar. Saya bahkan punya tekad, “kalau tahun ini ga masuk ITB, ya coba lagi tahun depan, kalau ga masuk lagi, coba lagi… hanya aturan 3x SPMB saja yang bisa mencegah saya masuk ITB”. Puji Tuhan saya berhasil lolos di kesempatan pertama.
  3. Cari teman belajar yang sepadan.
    Dulu teman seperjuangan saya untuk tembus UN adalah teman-teman dari 3 IPA 6. Kami belajar bersama di rumah saya, saling mengajari satu dan yang lain, berlatih soal dsb. Ketika berjuang bersama, semua akan terasa menyenangkan. Mulai dari situlah pertemanan kami begitu erat. Dan sampai sekarang kami masih saling kontak dan sering berkumpul bersama. Aturannya, “jangan takut bertanya dan jangan itung-itungan ketika mengajari teman”.  Teman seperjuangan saya ketika SPMB masuk ITB berjumlah 2 orang. Kami bertiga belajar di rumahku, berlatih soal, try out mandiri, saling mengoreksi pekerjaan hingga kami tahu skor SPMB kami. Dan ajaibnya… “kami bertiga lolos ITB”, namun hanya berdua yang mengambil ITB karena teman ku yang satu memilih untuk mengambil beasiswa di salah satu univ swasta.
  4. Jika ada kesempatan les, ambil dan jangan sia-siakan
    Dulu saya les di dua tempat, GO dan KBS, masing-masing punya kelebihan tersendiri. So, kalau ada kesempatan untuk mendapat ilmu, kejar terus. Salah satu teman yang saya ceritakan di poin 3 tidak mengambil les dimana-mana, tapi dia rajin mengumpulkan soal dari kami-kami yang les. So, tidak les bukan berarti tidak bisa lolos, khan ? dimana ada kemauan, di situ ada jalan.
  5. Jika ada kesempatan TRY OUT, ambil juga (terlebih jika gratisan :P)Dulu (entah sekarang), menjelang UN dan SPMB ada banyak promosi try out gratisan. Kebanyakan berasal dari bimbingan belajar dan univ swasta. Kejar juga kesempatan seperti ini, jam terbang dalam mengerjakan soal itu penting. Modal ongkos dan makan siang sendiri bisa khan?
  6. Kumpulkan soal UN / SNMPTN (SPMB) tahun-tahun sebelumnyamateri yang di ujiankan itu buanyak TAPI tidak semua keluar di ujian. Itulah guna nya mempelajari soal-soal tahun-tahun sebelumnya, kita mengetahui tipe soal seperti apa yang keluar di ujian. Sekali lagi, JAM TERBANG itu penting !!! Pilot yang hanya belajar terbang dari buku tidak akan bisa terbang sampai dia mencoba betul-betul memegang kendali pesawat.
  7. Berlatih berkonsentrasi lebih lamaHal ini yang sering menjadi hambatan ketika ujian. Kita harus terbiasa berkonsetrasi lebih lama agar pada saat ujian, konsentrasi kita terjaga. Misalnya untuk SPMB mungkin bisa sampai 2 jam ujian, so, kita harus terbiasa untuk berkonsentrasi selama 2 jam.
  8. Jangan pernah itungan kalo beli buku untuk ujiankalo perlu pake uang yang biasa dipake kencan tiap malem minggu😛 untuk beli buku. Terlebih buku-buku kumpulan soal dan jawaban. Dulu saking banyaknya saya beli buku (tentunya dibaca juga), ada satu buku soal kimia yang TIDAK PERNAH saya sentuh (mungkin karena ini skor kimia ku kecil :P)
  9. Strategi dalam mengerjakan soaldalam setiap pelajaran yang di ujiankan, tidak semua BAB dikeluarkan dalam bentuk soal. Misalnya, Fisika di ujian itu lebih banyak soal mekanika ketimbang soal fisika modern. So, pastikan memberikan bobot belajar pada BAB-BAB yang penting. Percuma jika belajar mati-mati an untuk fisika modern kalo yang keluar di SNMPTN hanya 1 dari 15, sedangkan untuk mekanika bisa mencapai 7-8 soal. Sekali lagi, pelajari setiap tipe soal yang keluar ditahun-tahun sebelumnya.
  10. Strategi dalam mencari skorAda pelajaran yang kita suka, dan ada pelajaran yang tidak kita suka. So, pastikan kita mengerjakan pelajaran yang kita suka dahulu dan cari skor sebanyak-banyaknya jadi situ. Misalnya, dulu saya ambil skor terbanyak di Bahasa Inggris ketika hari pertama SPMB, dan memang benar, di bahasa inggris saya bisa jawab 20 soal benar dan 2 salah daripada matematika dasar yang 11 benar dan 3 salah. Strategi seperti sangatlah penting.
  11. Keep track your scoreSetiap try out, catat skor kita. Bukan hanya nilai, tapi skor setiap mata pelajaran. Jadi kita tahu, kita ini lemahnya dimana dan dimana kita perlu perbaikan. Banyak yang hanya lihat skor lalu tidak lihat detailnya, padahal detail itu penting.
  12. Survey tempat ujianMinimal H-1
    Kita sudah tahu kita ujian di mana. Jangan anggap sepele perkara ini, bukan hanya agar bisa datang in time tapi kita bisa melakukan hal-hal untuk memperlancar ujian kita (bukan taro contekan, lho)… misalnya, kalau meja/kursi tempat kita ujian goyang2, bahkan bolong2 (kebanyakan terjadi di lokasi sekolah-sekolah), kita bisa menukar meja/kursi kita dengan yang lebih baik.
  13. Jangan belajar H-1 ujian
    H-1 ujian bukan waktunya belajar mati-matian, tapi dipakai untuk beristirahat, bercanda dengan keluarga/teman sehingga kita bisa fresh di hari ujian.
  14. Metode cepat dalam menjawab soal
    Banyak metode cepat dalam menjawab soal yang ditawarkan bimbingan belajar. saya bukannya mendiskreditkan metode ini, tapi menurut saya, bijaksanalah dalam menggunakannya. metode cepat bisa membuyarkan konsep dasar dari pelajaran. So, bijaksanalah dalam memakai metode cepat ini. 
  15. Rehat setelah UN adalah waktu terbaik
    Dulu, jaman saya ada rehat sekitar 1 bulan dari UN dan SPMB, waktu ini saya gunakan untuk betul2 memporsir diri belajar dan berlatih soal. Pakai waktu terbaik ini untuk mempersiapkan diri.
  16. Bijaksana dalam memilih jurusan
    Jangan memilih dua jurusan yang passing grade nya terpaut cukup dekat. Misalnya seingat saya dulu skor berlatih soal saya maksimal mencapai sekitar 37-40%, so, saya memilih farmasi yang 5% di atas skor di pilihan pertama dan fisika yang 5% di bawah skor sebagai pilihan kedua.
  17. Ingat orang tuamu ketika malas belajar
    Mungkin yang ini agak sedikit melankolis, tapi saya pikir ini benar. Orang tua mu menaruh harapan besar, orang tua mu yang setiap hari bekerja untuk biaya pendidikan, orang tua mu yang bikinin makanan agar anaknya sehat selalu, orang tua mu yang ketika mengandung berharap anaknya bisa membuat mereka bangga, orang tua mu yang mendoakanmu di tidur malamnya, orang tua mu yang mendoakan mu di bangun pagi nya. Ini adalah saya rasakan, ADA DI SAAT-SAAT DIMANA KITA SANGAT LELAH BELAJAR DAN INGIN MENYERAH… berhentilah sejenak, ijinkan diri sendiri beristirahat dan memperbaharui motivasi, dan salah satu motivasi terbesar saya adalah orang tua.
  18. Mental adalah hal terpenting
    Yakinlah pada diri sendiri, berani bermimpi besar. mungkin ada yang berkata, “bermimpi masuk univ jangan besar-besar, nanti sakit kalau jatuh”, kalau saya bilang, “jatuh dan sakit itu urusan belakangan, yang penting saya usaha maksimal skarang”. Jangan sampai kita sudah kalah sebelum kita ujian
  19. Trust that God gives the best for what we have done
    Terlepas dari apapun kepercayaan kita, yakin lah kalau Tuhan memberikan kita kemampuan belajar bukan untuk di sia-siakan, tapi untuk dipakai. Tuhan tidak pernah ciptakan sampah yang tidak bisa berbuat apa-apa. Just give our best and let God do the rest. Lakukan yang terbaik dan biarlah hasilnya terserah Tuhan.

Ya mungkin poin2 di atas yang seingat saya, saya lakukan menjelang ujian. Ini menurut saya, lho. Setidaknya hal-hal di atas telah membawa keberhasilan untuk saya pribadi. Dan mungkin juga tips dari orang lain yang berhasil berbeda dengan apa yang saya berikan, so bijaksanalah dalam menjalankanya.

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s