pekan kreatifitas SMPK BPK Penabur Cimahi : siswa tidak harus melulu belajar di kelas

dengan event ini, siswa belajar tentang “kehidupan” yang sebenarnya – Kepala Sekolah SMPK BPK Penabur Cimahi

Begitulah seingat saya kata-kata beliau, ketika kami bercakap-cakap di hari pembukaan pekan kreatifitas SMPK BPK Penabur, Cimahi. Saya setuju dengan kata-kata beliau mengenai event tersebut, siswa memang harus belajar tentang kehidupan yang sebenarnya, yang mereka tidak bisa dapatkan di bangku sekolah.

Pekan kreatifitas SMPK BPK Penabur, Cimahi yang berlangsung satu minggu tersebut melibatkan banyak pihak, dimulai dari sponsor, para peserta, bintang tamu dan tentunya para siswa dari kelas 7 hingga 9. Bazaar, kompetisi futsal, lomba cerdas cermat, lomba karoke antar SD serta pertunjukan pentas seni di hari terakhir menjadi kegiatan dari pekan kreatifitas ini.

Saya sangat menikmati acara ini dan takjub dengan acara yang tampaknya “mustahil” untuk diadakan oleh siswa-siswa usia SMP serta para guru yang terbatas dalam jumlah ini. Jumlah bukan menjadi alasan untuk tidak memberikan yang terbaik bagi acara tersebut.

Di saat sekolah lain menerapkan kurikulum yang padat, jam sekolah selama 5 hari sehingga siswa pulang sore hari, sekolah ini tetap konsisten dengan 6 hari belajar. Adanya acara ini yang berlangsung selama satu minggu juga membuktikan kalau sekolah ini mengerti tentang pendidikan yang sebenarnya, bahwa ada banyak pelajaran yang tidak bisa diperoleh di kelas.

Saya lalu mengambil beberapa pelajaran dari event ini bagi saya pribadi dan yang saya tulis di posting ini, berikut beberapa pelajaran penting tersebut :

  1. Siswa belajar berorganisasi dan bekerja sama
    Dengan event ini  siswa belajar berorganisasi, mengatur segala sumber daya seperti manusia, uang, energi dan waktu. Dengan bimbingan beberapa guru, siswa melakukan kegiatan berorganisasi seperti rapat, menyampaikan pendapat, belajar dan mendengarkan pendapat orang lain. Saya melihat semua kelas 9 sebagai panitia memiliki kesatuan hati serta visi yang sama, sehingga semua rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Siswa bisa saja mendapat teori tentang berorganisasi di kelas, tapi dengan melakukan secara langsung, pengalaman belajar mereka tentu berbeda.
  2. Siswa belajar berkomunikasi dengan orang lain
    Komunikasi hanya menjadi teori apabila tidak dilakukan. Siswa belajar berbahasa yang baik dan benar ketika duduk di kelas tapi akan lain ceritanya apabila mereka berkomunikasi dengan orang lain secara langsung. Ada satu kejadian yang saya amati ketika seorang siswa dimintai tolong oleh seorang guru untuk bicara pada guru sekolah lain tentang suatu masalah, siswa tersebut dengan tenangnya berbicara dengan santun dengan guru dari sekolah lain tersebut. Mungkin ketika saya SMP, saya tidak berani melakukan hal tersebut.
  3. Siswa belajar menangani konflik
    Tentu ada banyak konflik yang terjadi pada pelaksaanaan acara. Salah satu yang saya ingat betul adalah ketika adanya beberapa protes dari guru pembimbing dari salah satu sekolah saat final lomba cerdas cermat. Panitia lomba terlihat tenang menanggapi protes tersebut, dan Puji Tuhan protes tersebut tidak sampai berlarut-larut. Saya melihat teknis penyelenggaraan sangat baik, sehingga panitia memiliki data yang valid untuk berargumen. Hal ini tentu tidak dapat mereka peroleh jika hanya duduk di kelas, jika hanya membaca buku dan mendengarkan guru mengajar. Mereka harus mengalami langsung saat menangani suatu konflik.
  4. Siswa belajar berwirausaha
    Kegiatan yang unik dari acara ini adalah ketika dalam seminggu selama acara berlangsung, siswa kelas 7 dan 8 diberi modal sebesar Rp.200.000,- per kelas untuk membuka stand makanan. Mereka diharapkan dapat berpikir kreatif mengenai apa yang mereka jual dan cara untuk melakukan promosi kepada pembeli. Beberapa kali saya menjadi “korban” promosi mereka, beberapa anak yang mengenal saya langsung datang untuk menawarkan barang dagangan kelas mereka. Mudah untuk menghitung untung dan rugi para pelajaran matematika di kelas. Tapi rasanya sulit untuk berperan langsung sebagai pedagang untuk memperoleh keuntungan.
  5. Siswa belajar mengenai diri mereka sendiri
    Rasanya hal ini adalah hal yang terpenting (sehingga saya taruh di paling akhir). Kata banyak orang, masalah utama bagi para siswa yang beranjak remaja adalah “jati diri”. Mereka mulai bertanya siapa dirinya serta kemampuan apa yang mereka miliki. Nah, dengan acara ini, mereka menemukan keahlian mereka, bakat/talenta alami mereka serta mereka mampu mengembangkan diri mereka sendiri. Ada siswa yang cakap dalam hal-hal elektronik, multimedia, dekorasi, pencari dana, humas, dokumentasi, pembawa acara dsb. Dengan demikian, sebagai remaja, mereka dapat melihat dan mengerti diri mereka sendiri. Hal ini pun tidak bisa mereka dapatkan saat pelajaran di kelas. Memang mereka bisa tahu pelajaran favorit mereka, pelajaran yang membuat mereka tertarik, tapi ada banyak talenta/bakat yang tidak bisa mereka kembangan dengan hanya duduk manis di kelas.
Saya tidak berkata bahwa pelajaran di dalam kelas tidak berguna, tentu saja pelajaran di kelas itu berguna bagi para siswa. Saya sendiri adalah seorang yang eksak, seorang yang memilih profesi yang berbasis pada pelajaran eksak yang diajarkan (dengan sangat keras sampai terkadang lebay :P), tapi saya belajar soft skill mengenai komunikas, organisasi dsb bukan dari ruang kelas.
Ilmu pengetahuan itu luas dan tidak terbatas di dalam ruang kelas. Tidak terbatas pada buku dan pengajaran guru. Tetaplah merasa bodoh dan haus akan pengetahuan serta pengalaman belajar untuk meningkatkan kemampuan diri sendiri.
– be blessed –

2 thoughts on “pekan kreatifitas SMPK BPK Penabur Cimahi : siswa tidak harus melulu belajar di kelas

  1. Pingback: project based learning : cara belajar abad ke-21 « My Ph.D Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s