harapan orang tua yang keliru untuk pendidikan anaknya

I believe we need to graduates of solutionaries – Zoe Weil

Kalau kita bertanya pada diri sendiri (untuk yang sudah memiliki anak) atau bertanya pada para orang tua tentang “apa harapan orang tua bagi pendidikan anak mereka?” atau “apa tujuan yang hendak dicapai oleh orang tua bagi pendidikan anaknya?”, tentu jawaban yang diperoleh kira-kira seperti ini:

kami sebagai orang tua ingin supaya anak kami menjadi pintar dan berprestasi
kami sebagai orang tua ingin supaya anak kami belajar untuk nantinya bisa lulus, bekerja di tempat yang baik, bergaji besar dan mendapat pengakuan dari masyarakat
kami sebagai orang tua takut kalau anak kami nantinya tidak bisa bersaing di dunia yang semakin kompetitif ini, di persaingan global yang semakin ketat.

Jawaban di atas, tidaklah salah. Semua orang tua ingin supaya anaknya menjadi orang sukses. Namun, tujuan di atas terlalu kecil dan saya menilai bahwa tujuan di atas adalah tujuan yang keliru.

Sebelum saya melanjutkan argumen mengenai topik ini, simaklah TEDx Talk berikut dari Zoe Weil, seorang pemerhati pendidikan:

Kalau boleh saya rangkum argumen Zoe Weil mengenai hal ini adalah

pendidikan semestinya menjadi tempat lahirnya para pembuat solusi bagi permasalahan dunia, pembuat keputusan-keputusan besar agar dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.

Ya, tujuan ini adalah tujuan yang besar ketimbang tujuan yang biasanya menjadi tujuan para orang tua terhadap pendidikan anaknya.

Efek tujuan yang kerdil

Saya mengamati sejak beberapa tahun silam mengenai kecenderungan orang tua untuk pendidikan anaknya. Saya tinggal di kota yang cukup besar, yang menawarkan pendidikan yang mahal dan yang (katanya) berkualitas. Orang tua rela mengeluarkan uang yang banyak untuk pendidikan anaknya, baik di sekolah maupun luar sekolah.

Tapi tujuan mereka yang saya amati adalah tujuan yang kerdil. Tujuan yang kurang lebih sama dengan tujuan di awal tulisan ini. Apa yang terjadi dengan anak-anak yang ditanamkan tujuan yang seperti ini?

Mereka hanya menjadi komoditas industri, komoditas agar dunia ini berjalan sesuai dengan pola yang ada. Pola yang konsumtif, pola yang menanamkan bahwa uang dan bisnis adalah segalanya. Pola yang egois, dimana yang tidak bisa bersaing akan habis ditelan mereka yang berpendidikan tinggi.

Anak-anak ini tidak akan memiliki tujuan yang lebih besar dari dirinya. Tujuan yang bukan hanya sekedar sekolah, lulus, bekerja, menikah, punya anak dan cucu lalu meninggal. Tujuan yang bukan hanya mencari uang sejak Senin-Jumat dan menghabiskan uang yang mereka peroleh di akhir pekan.

Ironis rasanya apabila generasi-generasi muda ini yang seharusnya menjadi solusi bagi dunia. Mereka semestinya memiliki beban besar bagi dunia sekitar mereka, ketimbang hanya hidup untuk mencari uang.

Kurang motivasi dalam belajar

Akibat dari tujuan yang seperti ini salah satunya adalah kurangnya motivasi anak dalam belajar. Hal ini terjadi karena mereka tidak bisa melihat adanya tujuan yang besar dibalik setiap pelajaran yang mereka harus terima. “Harus menjadi anak yang pintar” rasanya sudah tidak menjadi hal yang menarik bagi mereka. Terlebih dengan godaan di masa kini.

Saya percaya bahwa setiap orang memiliki hasrat untuk mengubah dunia, minimal dunia kecil di sekitar mereka.

Pernyataan di atas adalah pernyataan yang dikatakan oleh Nancy Duarte pada suatu TEDx Talk yang lain. Mengubah sesuatu menjadi lebih baik adalah sifat alami dari manusia.

Sayangnya, manusia-manusia kecil di sekitar kita menjadi hilang “kealamian” mereka akibat tujuan yang ditanamkan pada diri mereka. Tujuan yang terlampau kerdil.

Berikan mereka tujuan yang lebih besar

Pemaksaan pada anak untuk belajar, adanya imbalan apabila mereka berprestasi serta hukuman apabila mereka mendapat nilai jelek bisa melecut prestasi mereka, namun hal itu tidaklah bertahan lama karena itu adalah motivasi yang berasal dari luar.

Berikan mereka rangsangan motivasi dari diri sendiri. Motivasi dari diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan yang mulia, motivasi untuk memberi solusi bagi persoalan di sekitar mereka dan motivasi untuk mengubah agar dunia ini menjadi lebih baik. Motivasi seperti itulah yang harus dimiliki seorang anak.

Mereka harus menjadi berkat bagi banyak orang, bukan hidup untuk diri sendiri atau bahkan hidup menjadi beban orang lain.

– be blessed –

 

 

One thought on “harapan orang tua yang keliru untuk pendidikan anaknya

  1. Pingback: project based learning : cara belajar abad ke-21 « My Ph.D Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s