project based learning : cara belajar abad ke-21

if we wish to prepare a generation of students who can solve real-world problems, we must give them real world problems to solve – The Main Course, Not Desert, BIE.org

Topik ini menyambung posting saya sebelumnya,  bahwa harapan akan hasil dari pendidikan adalah munculnya generasi-generasi yang mampu menjadi solusi atas masalah di dunia, minimal di dunia sekitarnya.

Tidak berapa lama setelah saya menulis posting tersebut, seorang teman berbagi sebuah video yang menjelaskan tentang Project Based Learning (PBL)Video penjelasannya sangat menarik, simak saja di bawah ini:

Setelah menonton video yang menarik tersebut, saya langsung mengunjungi situs BIE (Buck Institute for Education). Lembaga pendidikan tersebut secara khusus bergerak di inovasi project based learning. Situs tersebut berisi material terkait yang diperlukan untuk mengimplementasikan PBL di sekolah manapun di belahan bumi ini. Selain itu, situs ini memuat kesaksian (testimony) dari sekolah-sekolah yang menjalankan PBL. Kisah mereka luar biasa.

Rasanya video di atas sudah cukup jelas menjelaskan tentang konsep dan teknis dari PBL. Di sini saya hendak membagikan makna yang saya dapat setelah mempelajari tentang PBL ini.

Siswa belajar tentang kehidupan

Saya pernah menulis tentang pekan kreatifitas sebuah sekolah di Cimahi, tulisan itu berisi makna yang saya peroleh saat berkunjung ke acara tersebut. Di tulisan itu saya berkata:

siswa tidak harus melulu belajar di kelas, mereka harus belajar kehidupan yang nyata

Ternyata, sekolah tersebut sudah menerapkan PBL, walaupun masih belum terstruktur secara ideal. Sekolah tersebut sudah berani untuk menjalankan acara tersebut. Hal itu sebenarnya adalah suatu inovasi belajar yang sedang digalakan bahkan sudah menjadi trend di sekolah-sekolah di dunia.

Dengan PBL, siswa dihadapkan dengan persoalan nyata yang harus mereka pecahkan. Mereka melakukan riset, mengajukan pertanyaan serta mencari solusi terbaik dari persoalan tersebut. Solusi tersebut lalu dipresentasikan di hadapan banyak orang selain guru dan pihak sekolah.

Dengan acara inilah mereka diharapkan menjadi solusi bagi persoalan nyata di sekitar mereka.

Pengetahuan yang diimplementasikan secara nyata

Kelemahan dari sistem pendidikan yang saat ini sedang berjalan adalah turunnya motivasi belajar siswa karena mereka tidak memiliki gambaran tentang apa tujuan dari pelajaran yang mereka pelajari.

Dengan PBL yang terstruktur dengan baik, mereka mampu melihat gambaran yang lebih besar dan nyata tentang kegunaan dari pelajaran yang mereka sedang pelajari.

Saya rasa sistem ini sangat ideal untuk mencetak generasi yang lebih memberikan solusi bagi persoalan bangsa ini.

Siapkah kita untuk PBL?

Ketika melihat banyak inovasi dalam pembelajaran akhir-akhir ini, saya bertanya pada diri sendiri

dunia di luar sana sudah bergerak ke arah pendidikan yang sangat berbeda, inovasi pendidikan sudah sangat banyak dilakukan oleh praktisi pendidikan. Sementara di negara ini, apakah kita siap untuk menjalankan pola pendidikan yang baru tersebut?

Untuk menerapkan PBL, pihak sekolah dan guru harus memiliki pikiran yang terbuka dan mau belajar untuk mengimplementasikan hal yang baru ini. Mereka harus berani berpikir berbeda dan mau belajar sesuatu yang baru.

Kita terkagum-kagum dengan inovasi teknologi di sekitar kita. KIta terpukau dengan inovasi buatan manusia untuk komputer, laptop dan gadget. Tapi saya rasa hal ini belum berlaku untuk inovasi pendidikan.

Harapan itu akan tetap ada

Semalam saya merenung mengenai hal ini. Pertanyaan yang ada di benak saya adalah

bagaimana caranya meyakinkan praktisi pendidikan dari mulai pengambil keputusan tertinggi, guru hingga murid itu sendiri tentang inovasi-inovasi seperti ini? Di tengah cara konvensional yang diterapkan di sekolah di sekeliling saya.

Saya percaya bahwa hal ini bisa terjadi. Saya percaya bahwa pendidikan di negeri ini (minimal di sekitar saya) dapat menjadi institusi pendidikan yang mencetak banyak pembuat solusi di masa depan.

Harapan itu akan tetap ada, asalkan mereka yang berharap dapat percaya terus kepada harapan itu.

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s