dunia ini bukan panggung sandiwara, dunia ini adalah ruang kelas

image from sxc.hu, uploaded by igoghost

dunia ini bukan panggung sandiwara, tapi sebuah ruang kelas dimana dunia ini adalah tempat untuk belajar dan mengajar tentang kehidupan.

Cara kita memandang dunia sekeliling kita, menentukan bagaimana kita berpikir dan menentukan bagaimana kita bertindak. Banyak yang melihat bahwa dunia ini adalah panggung sandiwara (mungkin dipengaruhi oleh sebuah lagu jaman dulu). Cara pandang ini melihat bahwa setiap orang di dalamnya memegang peran dalam sebuah sandiwara. Bahkan cara pandang ini memiliki sisi negatif karna melihat bahwa setiap orang bersandiwara/berbohong dengan peran yang dia mainkan.

Well, pagi ini saya memperoleh suatu pemikiran yang berbeda tentang dunia sekitar saya. Saya menganalogikan dunia ini seperti ruang kelas dimana kita belajar dan mengajar tentang kehidupan.

Belajar

Manusia diciptakan untuk terus bertumbuh. Kita ga perlu mikir tentang pertumbuhan usia kita, karena secara otomatis setiap hari usia kita bertambah. Tapi untuk bertumbuh dalam pengetahuan, karakter dan spirtualitas, kita harus melakukan usaha lebih. Kalau kita memandang dunia ini sebagai ruang kelas, maka dalam setiap kesempatan kita bisa terus belajar tentang kehidupan. So, bagaimana bisa belajar dalam setiap kesempatan:

  1. Belajar dari kesuksesan orang lain. Kita mengagumi orang-orang sukses yang ada di sekitar kita, kita mengagumi kekayaannya, kebijaksanaannya, prestasinya dsb. Tapi, harus diakui bahwa kita hanya sebatas mengagumi dan tidak belajar kepada orang tersebut. Kesuksesan meninggalkan jejak. So, pelajarilah bagaimana orang-orang sukses itu bisa meraih kesuksesannya.
  2. Belajar dari kegagalan/kesalahan orang lain. Kesuksesan meninggalkan jejak, demikian pula dengan kegagalan/kesalahan. Dengan mempelajari kegagalan/kesalahan orang lain, kita bisa terhindar melakukan kesalahan yang sama.
  3. Kuncinya ada di kerendahan hati. Orang yang paling tidak bisa dikasih tahu, orang yang paling tidak bisa diajar, orang yang ga mau belajar adalah orang yang bebal. Selain itu, mereka juga adalah orang yang tinggi hati, berlagak tahu, memegang gengsi tinggi untuk belajar. Sudahkah merendahkan hati kita untuk bisa belajar dari orang lain? Mudah untuk kita belajar dari mereka yang lebih tua, but ga mudah untuk mau belajar dari mereka yang lebih muda. 
  4. Cari lingkungan dimana kita adalah orang yang paling bodoh. Orang yang ga mau belajar biasanya adalah orang yang paling pintar yang ada lingkungannya. Well, kalau kita ada di lingkungan seperti itu lebih baik mencari lingkungan lain yang kita adalah orang paling bodoh, dengan demikian kita akan dipaksa untuk belajar. Lebih baik menjadi prajurit di kesatuan yang lebih besar, ketimbang menjadi komandan di kesatuan kecil.

Mengajar

Bagi saya, mengajar bukan hanya tugas guru. Mengajar di sini adalah berbagi ilmu tentang kehidupan, tentang kompetensi kita. Intinya, janganlah kita pelit ilmu. Hidup ini untuk berbagi. Hidup ini untuk meninggalkan warisan (legacy) untuk generasi selanjutnya.

Kita terkadang tidak mau berbagi ilmu, karena kita merasa kita sudah membayar mahal dan berusaha keras untuk memperoleh ilmu tersebut. Tapi, tahukah bahwa saat kita berbagi ilmu, pengetahuan kita juga akan bertambah? Ini yang dinamakan dengan pengalaman.

Cara belajar yang efektif adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain.

So, bukankah dunia adalah ruang kelas, dimana kita bisa belajar tentang kehidupan? dan kita bisa berbagi tentang kehidupan dengan orang lain?

– be blessed –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s