rejeki seseorang ditentukan oleh tingkat keilmuannya, bukan jurusannya

image from sxc.hu, uploaded by kwod

berhentilah mempromosikan jurusan, prospek kerja dan nominal gaji… mulailah mempromosikan tingkat keilmuan dan kontribusinya bagi peradaban manusia.

Delapan tahun yang lalu saya lulus SMA, dan kurang lebih selama delapan tahun juga saya sering main-main ke SMA untuk memberi wawasan tentang kampus ITB dan motivasi bagi adik-adik angkatan.

Hampir setiap tahun, selalu ada pertanyaan seperti ini:

kalau jurusan A, prospek kerjanya seperti apa?

Kalau sudah bertanya prospek kerja, yang terbayang tentu adalah jumlah rejeki yang akan diterima di pekerjaan tersebut. Dulu, ketika saya masih level sarjana, dengan semangat saya akan berbicara tentang jurusan A, B, C bahkan mencoba mempromosikan jurusan saya untuk mereka, namun makin hari saya makin sadar bahwa sebetulnya pertanyaan semestinya bukan demikian. Kita berada pada jalur yang keliru ketika menentukan jurusan kuliah kalau bertanya seperti itu.

Kesadaran saya semakin diperkuat dengan kutipan seorang dosen yang saya kagumi dari segi akademik dan personality, beliau berkata demikian:

rejeki seseorang ditentukan oleh tingkat keilmuannya, bukan jurusannya – Asc. Prof. Wahyu Srigutomo

Saya sangat setuju dengan pendapat beliau. Berikut dua argumen yang bisa saya utarakan:

  1. Di jurusan manapun, asalkan orang itu hebat, maka peluang akan datang dengan sendirinya dan rejeki akan datang dengan sendirinya.
    Kelirunya banyak orang adalah mereka mengejar jurusan tertentu demi prospek kerja dan tentunya gaji besar tanpa menilai diri sendiri dengan jujur tentang minat dan bakat. Saya yakin bahwa Tuhan tidak menciptakan manusia sebagai sampah, setiap orang memiliki minat dan bakat masing-masing. So, jangan sampai minat dan bakat ini berkembang di tempat (jurusan) yang salah. Asalkan kita hebat di bidang kita, hebat di jurusan kita, apapun itu, yakinlah bahwa peluang akan datang dengan sendirinya, uang akan datang dengan sendirinya. Do what you love and the money will comes anyway. Jadi, kalau ada orang yang mempromosikan jurusan/universitas tertentu karena nominal rejeki, besar kemungkinan orang tersebut salah motivasi ketika menentukan jurusannya.
  2. Tujuan kuliah bukan (hanya) untuk bekerja lalu bertahan hidup, tapi untuk berkontribusi bagi dunia sekitar.
    Manusia diciptakan untuk menjadi berguna untuk manusia lainnya. Berkuliah adalah batu loncatan untuk memperoleh profesi (bukan sekedar pekerjaan) untuk membantu manusia lainnya. Jadi, yang harus kita tanyakan dalam memilih jurusan bukanlah apa yang bisa saya terima dari pekerjaan yang menjadi prospek jurusan tertentu, tapi apa yang bisa saya berikan bagi orang lain melalui profesi saya nanti ?

Jurusan manapun baik, tapi kita harus memilih yang baik untuk kita sehingga kita bisa memberi kontribusi bagi lingkungan kita dan bukan hanya sekedar untuk bertahan hidup.

So, stop asking: “apa prospek jurusan ini untuk saya ?”

– be blessed

2 thoughts on “rejeki seseorang ditentukan oleh tingkat keilmuannya, bukan jurusannya

  1. Pingback: 5 pertanyaan yang salah ketika memilih jurusan kuliah « My Ph.D Life

  2. Pingback: 5 pertanyaan yang salah ketika memilih jurusan kuliah | bidikjurusanidn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s