think carefully, act dynamically (berpikir hati-hati, cekatan dalam bertindak)

image from sxc.hu

mau tahu bedanya anak kecil dan orang dewasa?
anak kecil : bertindak dulu, lalu berpikir.
orang dewasa : berpikir dulu, lalu bertindak. – Ps. Jeffrey Rachmat

Semester lalu, saya menghadiri kuliah umum dari seorang Profesor dari Jepang. Saya lupa nama beliau (I am not good with names) yang saya ingat adalah bidang penelitiannya, yakni sensor getar dan sistem keamanan lingkungan.

Satu hal lagi yang saya ingat adalah kutipan beliau ketika menanggapi pertanyaan seorang teman tentang peluang belajar di Jepang, beliau berkata:

think carefully and act dynamically

atau dalam terjemahan ke Bahasa Indonesia: berpikir hati-hati dan cekatan (dinamis) dalam bertindak.

Kutipan ini sangat menarik, bahkan bisa menjadi prinsip dan filosofi hidup. Semenjak hari itu, saya selalu ingat pada kutipan ini dan merefleksikan kehidupan saya.

Professor tersebut tidak menjelaskan dengan lebih lanjut tentang arti dari kata-kata itu, dia tampaknya membiarkan para mahasiswa untuk menginterpretasikan masing-masing.

Saya memahami kutipan ini sebagai berikut :

  1. Think carefully, dalam hidup ada banyak pilihan. Keberadaan kita sekarang merupakan hasil dari pilihan kita di masa lalu. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam memilih pilihan hidup. Kebanyakan orang memilih kehidupan dengan sembarangan, dengan tidak pikir panjang. Kutipan ini mengajarkan kita untuk berpikir secara bijak dan hati-hati. Kita harus menimbang dengan jujur konsekuensi dan manfaat dari pilihan hidup kita.
  2. Act dynamically, setiap pilihan hidup harus ditindaklanjuti dengan tindakan. Kita harus cekatan dalam bertindak, tidak berlambat-lambat dan tidak malas. Kebanyakan orang yang sudah memilih pilihan yang benar namun tetap standar hidupnya rendah adalah karena tindakannya yang tidak berbarengan dengan impiannya. Nah, kita biasanya dapat bertindak dengan all out (tanpa beban) adalah karena kita yakin akan pilihan kita. Oleh karena itu, langkah pertama think carefully harus dilakukan terlebih dahulu.

Saya beri contoh dalam kehidupan saya tentang bagaimana saya menjalani prinsip ini, meskipun dulu saya tidak tahu tentang kutipan ini.

Ketika lulus sarjana, saya diperhadapkan dengan dua pilihan yakni kuliah lagi atau bekerja. Ketika itu (lulus sidang skripsi) saya belum mendapat pekerjaan (jangankan mendapat pekerjaan, melirik tempat kerja pun tidak). Lalu, dosen saya menawarkan sebuah program double degree ke Jepang. Saya cukup memerlukan waktu untuk berpikir, saya menimbang beberapa hal yang cukup penting, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil program master tersebut.

Proses menuju Jepang tidaklah mudah, namun karena saya sudah mengambil keputusan (think carefully), saya menjadi lebih enak dalam bertindak. Enak di sini lebih berarti nyaman secara suasana hati dan tanpa konflik batin. Saya pun melalui semua proses dengan bekerja keras baik secara akademik maupun administrasi (act dynamically).

Kalaupun pernah saya merasa down saya mengingat kembali keputusan saya, dan tidak lama kemudian saya bisa bertindak dengan semangat lagi.

Ada banyak orang yang kehilangan semangat dan antusias ketika berada dalam suatu proses, padahal dia sendiri yang memilih proses tersebut. Aneh bukan? Aneh, namun kita sering berbuat demikian.

Bahkan ada yang sampai menyesal ketika berada dalam suatu proses. Lagi-lagi karena pilihan hidup yang salah.

Ada pula yang sudah memilih hal yang benar tapi bermalas-malasan ketika menjalani prosesnya.

So, think carefully and act dynamically.

– be blessed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s