natal sendirian di negeri orang

Christmas without family, fiends, girl friend… Christmas without the superflous celebration… Christmas without gift even without christmas tree and candle night…

Natal tahun ini begitu berbeda dengan natal-natal sebelumnya. Berbeda karena saya merayakan natal sendirian di negeri orang, di kota kecil Calais di Perancis utara.

Awalnya saya sedikit menyesal mengapa harus berangkat ke sini ketika bulan Desember. Saya sadar ketika memutuskan hal tersebut bahwa saya akan melewatkan banyak acara bersama keluarga, teman dan melewatkan acara di Gereja. Well, karena satu dan lain hal saya memutuskan hal tersebut.

Saya sebetulnya memang sudah berencana hendak merayakan natal sendirian, tanpa “aksesoris” natal seperti biasa untuk lebih mendekatkan diri saya kepada makna natal itu sendiri.

terkadang kita memang harus sendiri merayakan natal, supaya bisa memaknai natal itu sendiri

Kurang lebih kutipan di atas yang dituliskan Pendeta di Gereja saya ketika saya curhat di Facebook tentang natal yang sendirian ini. Kutipan di atas seakan memberi peneguhan kepada saya untuk benar-benar menyendiri di malam dan hari natal kemarin.

The Wise man (Orang Majus dari Timur)

Di malam natal saya membaca beberapa bagian Firman Tuhan mengenai kelahiran Yesus sang Juru Selamat. Pembacaan Alkitab itu rasanya begitu berbeda, karena saya jadi membayangkan kira-kira apa yang terjadi di jaman itu. Saya jadi tertarik dengan kehadiran orang Majus dari Timur yang diceritakan di kitab Matius.

Sebelumnya saya hanya menganggap bahwa mereka hanya sebagian dari saksi kelahiran bayi Yesus ke dunia. Namun, saya jadi tertarik menyelidiki dan melakukan riset kecil-kecilan tentang siapa mereka sebenarnya.

Beberapa sumber dari internet saya baca sehingga saya bisa belajar bagaimana latar belakang mereka dan kenapa mereka bisa ada menjadi saksi kelahiran Yesus. Pembelajaran itu cukup memberi saya pemahaman baru tentang kelahiran Yesus.

The real meaning of Christmas (for me)

Kesendirian dalam merayakan Natal tahun ini tanpa disertai “aksesoris” natal seperti biasanya memberi saya cukup ruang dan waktu untuk merenungkan akan arti Natal.

Saya berefleksi bahwa kelahiran Yesus ke dalam dunia ini adalah supaya dunia ini selamat termasuk saya, orang yang sebetulnya tidak pantas diselamatkan dari jerat dosa dan maut. Kelahiran Yesus memberi harapan baru pada orang-orang yang terhilang, termasuk saya ketika saya harus pergi jauh dari rumah ke negeri ini.

Kelahiran-Nya memberi makna kehidupan bagi saya pribadi, Kehidupan yang baru yang penuh dengan kelimpahan. Ada keselamatan yang ada di diri saya yang harus tetap saya jaga dan perjuangkan. Sebagai mahasiswa saya sadar bahwa saya harus melakukan yang terbaik bagi riset saya di sini, sebagai mahasiswa PhD yang membawa nama negara saya.

Saya juga bertekad bahwa orang lain akan melihat Yesus sang Juru Selamat dari pekerjaan yang saya lakukan.

Saya hendak menyatakan Dia melalui prestasi saya di sini.

Jalan-jalan sendirian di Malam Natal

Setelah merenung, saya lalu berjalan-jalan sendirian ke pusat kota. Ketika itu saya berangkat pukul 7 malam, kurang lebih satu jam saya berjalan-jalan di kota lalu kembali ke residence.

Suasana kota begitu sepi, hanya terlihat lampu kota yang membuat suasana agak ramai. Tapi keseluruhan, kota ini di malam Natal agak sedikit menakutkan. Jalanan begitu sepi, dingin dan angin bertiup cukup kencang.

Jujur, saya tidak terlalu suka dengan kota ini. Kota ini memang kota yang sepi, kota yang cocok untuk belajar. But, this city is just too quite. Terlebih di musim dingin, di mana hanya sedikit sinar matahari yang menyinari kota ini.

Tapi perenungan di malam Natal itu membawa saya pada kesimpulan

Saya ada di sini, karena Tuhan yang menginjinkan, Dia yang memberi berkat dan berkenan kepada jalan yang saya ambil ini. Saya yakin dan percaya bahwa berkat-Nya menyertai saya dan ada tujuan yang lebih besar daripada diri saya sekarang yang ada di ujung sana.

– be blessed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s