a lady bar named Yui

if you want to see a society that honor “work hard”, you better go to Japan. You won’t forget how the Japanese work very extremely hard.

Untuk hidup dengan layak, seseorang harus bekerja dengan keras. Untuk hidup lebih dari sekedar layak seseorang harus bekerja dengan ekstra keras. Kadang kenyataan itu sulit untuk kita terima, bahkan untuk saya pribadi sekarang. Belajar di luar negeri memerlukan kerja keras bukan hanya karunia kecerdasan yang Tuhan berikan secara gratis.

Akhir-akhir ini saya berpikir tentang banyaknya kerja keras yang harus saya lakukan, sesaat itu juga banyak keluhan muncul. Padahal saya sadar bahwa saya ada di tempat yang menyediakan banyak hal, asal saya bersedia bekerja keras. Pada saat saya berpikir demikian, muncul banyak keluhan dari dalam diri. Negara ini terlalu dingin lah, kurang matahari lah, kendala bahasa lah dan beribu-ribu alasan lainnya.

Tapi saya juga sadar, bahwa tugas saya hanyalah belajar dan melakukan riset. Saya tidak perlu bekerja untuk mencari uang untuk hidup di sini. Semuanya sudah ditanggung negara. Kemarin malam, ketika saya berpikir demikian, teringatlah saya pada seorang gadis yang harus bekerja ekstra keras untuk menunjang uang sekolahnya dan kehidupannya sehari-hari.

Namanya Yui. Saya kenal gadis ini ketika menjadi invited researcher ke Kanazawa University bulan Oktober 2012. Selama kunjungan 10 hari itu, saya bertemu dengan gadis ini 3x. Dia adalah seorang lady bar, demikianlah sebutan Sensei (mantan supervisor ketika S2 dulu) saya terhadap wanita yang menemani tamu di bar. Saya dikenalkan oleh Sensei kepada banyak lady bar, tapi yang paling menjadi perhatian kami adalah gadis ini, karena gadis ini bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Oh ya, sebelum saya cerita tentang Yui, mungkin saya harus cerita tentang kebiasaan saya dan Sensei saya ini. Kami sering berbincang-bincang di luar kampus, biasanya ada dua tempat yang selalu kami kunjungi, yaitu restoran untuk makan malam dan night bar. Tentu kami berdua minum alkohol, but don’t worry, I am not a alcoholic. Sensei pun tidak pernah minum hingga hilang kontrol diri. Itulah yang saya suka di Jepang, banyak orang adalah peminum alkohol tapi mereka bertanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kasarnya, bahkan orang mabuk pun tahu untuk buang sampah pada tempatnya. Lady bar dalam hal ini bukanlah PSK, tugas mereka adalah menyediakan minuman, makanan kecil, set peralatan karoke dan menemani tamu ngobrol.

Banyak hal yang saya dan Sensei perbincangkan di restoran dan di bar, mulai dari kehidupan kampus, riset, filosofi, sejarah dan pengalaman kami masing-masing. Saya punya hubungan yang baik dengan Sensei saya ini, itulah mengapa dia mengundang saya ke Kanazawa University.

So, let’s back to Yui. Selama 3x pertemuan kami, saya jadi makin tahu latar belakang dan bagaimana kehidupannya. Dia adalah seorang mahasiswi S1 di kota Toyama, kota yang lokasinya ada di dekat Kanazawa. Dengan rumahnya yang ada di Kanazawa, dia setiap hari harus bolak-balik menggunakan kereta, katanya sekitar 40 menit perjalanan dari Kanazawa-Toyama. Dia tidak bercerita tentang orang tuanya, yang bisa saya asumsikan ya mungkin dia tinggal sendiri di Kanazawa.

Gadis ini pernah tinggal di Filipina hingga sekolah dasar, oleh karena itu dia juga bisa berbahasa Tagalog. Dia juga sempat selama 6 bulan berada di Australia mengikuti semacam pertukaran pelajar. Oleh karena itulah bahasa Inggrisnya begitu baik. Itu adalah latar belakang gadis ini. Saat itu dia bekerja di dua tempat, tiga hari di bar dan dua hari lainnya di supermarket, bekerja sebagai pembungkus makanan.

Yang membuat saya kagum padanya adalah kehidupannya sebagai mahasiswi. Yui harus bekerja sangat keras untuk membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Ketika Sensei sedang ngobrol dengan lady bar yang lain, saya berkesempatan berbicara dengan dia beberapa menit, dan saya ingat betul bagaimana dia curhat tentang kehidupannya, dia berkata

Chris, I am not so smart like you, I am not confident to apply for scholarship.
(Chris, saya tidak pintar seperti kamu dan saya tidak percaya diri untuk mendaftar untuk beasiswa)
I have to work here to pay my tuition fee and for living here.
(saya harus bekerja di sini dan membayar uang kuliah dan kehidupan sehari-hari)
Chris, you know, drinking alcohol every night here makes me so sick. Every morning I feel so headache
(Chris, kau tahu, minum alkohol setiap malam di sini membuat saya tidak merasa enak, dan setiap pagi kepala saya sakit)
This bar closes at 1 AM and the next morning at 4.30 AM I should prepare to go to Toyama.
(Bar ini tutup jam 1 malam dan besok paginya jam 4.30 harus bersiap ke Toyama)
I go to train station then sometimes I fall a sleep on the train.
(Saya pergi ke stasiun kereta dan kadang saya tertidur di kereta)
After classes at Campus, I have to rush to Kanazawa to get well dress and prepare my make up then work here.
(Setelah kuliah, saya harus cepat-cepat ke Kanazawa untuk berpakaian dan berdandan untuk bekerja di sini)
On Monday dan Wednesday I have part time job at Supermarket.
(Sementara untuk hari Senin dan Rabu, saya juga harus bekerja di Supermarket)

Percakapan itu begitu singkat, tapi kemarin malam, saya teringat akan percakapan itu. Sesaat itu juga saya merasa malu dengan diri sendiri bahwa Yui yang adalah seorang gadis, masih kuliah sarjana bisa melaukan lebih banyak dari yang saya lakukan setiap hari di sini. Bekerja dan belajar di jenjang usia yang begitu muda sedemikian bukanlah hal yang mudah.

Jika ingin bersyukur, lihatlah mereka yang hidupnya jauh lebih sulit dari kita

Itu adalah ungkapan yang pernah saya dengar dan rasanya saya mengalami hal itu. Mengingat kisah Yui membuat saya bersyukur dengan keberadaan saya sekarang.

Well, semoga kisah ini bisa menginspirasi anda yang membacanya sebagaimana saya diingatkan tentang arti kerja keras.

– be blessed

6 thoughts on “a lady bar named Yui

  1. kaka saya mahasiswa tingkat akhir yang sekitar 3 bulan lagi lulus s1-PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) saya ingin melanjutkan kuliah ke s2 di luar negri tapi ibu saya hanya seorang guru, barangkali kk tad informasi tentang besiswa s2 d luar negri mohon bantu saya untuk mewujudkan impian saya. terima kasih.

  2. cerita singkat yang semakin membuat saya yakin, saya juga bisa. Bisa menyelesaikan perkuliahan saya di fisipol, dengan kerja keras !dan tepat waktu. Orang lain ajah, semangat?! kenapa kita tidak ? so YAKIN USAHA SAMPAI

  3. Menginspirasi banget, aku juga punya cita” bisa kuliah diluar negeri.
    Oh iya kalo boleh tolong share juga ya kak, prosedur nd apa” aja yang dibutuhin buat kuliah di luar negeri. Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s