di balik kesuksesan Gangnam Style: pelajaran tentang kerja keras, motivasi dan rendah hati

PSY

everyone seem to know Gangnam Style but no one really know who PSY is – John Lee when presenting PSY at Oxford Union.

Dua hari yang lalu, ketika saya sedang browsing untuk mengusir rasa bosan di tengah kesibukan saya menulis laporan riset, saya menonton video dari speech dari PSY. PSY merupakan artis korea yang terkenal dengan lagu dan tarian “Gangnam Style”. Well, saya sebetulnya hanya sekedar tahu dan dengar saja mengenai lagu dan tarian ini. Dan belakangan saya juga tahu bahwa saat ini video Gangnam Style di Youtube telah memecahkan rekor dunia untuk jumlah klik terbanyak, mengalahkan video Justin Beiber yang sudah cukup lama memegang rekor dunia.

Awalnya saya hanya iseng mendengarkan speech dari PSY, saya kira dia hanya akan berbagi cerita suksesnya pada mahasiswa Oxford tersebut. Tapi setelah mendengarkan 5 menit pertama, saya jadi tidak bisa berhenti mendengarkan. Kisah hidup PSY dan kepribadiannya menjadi pelajaran tersendiri bagi saya dan saya ingin berbagi di tulisan ini. Video dari speech PSY dapat dilihat di bawah ini:

Saya memetik beberapa pelajaran dari PSY:

Sesuatu yang membuat kita exited merupakan passion hidup kita

“When I was young, I feel exited about crowd, and I don’t know why” – demikian ujar PSY ketika membuka speech-nya. Dia juga mengaku sejak sekolah dasar hingga sekolah SMA dia adalah orang yang ceria tapi sangat buruk dalam pelajaran dan ternyata memang panggilan hidupnya adalah menjadi seorang artis. Kita hidup bukan untuk hidup dalam kebosanan, ada hal-hal yang bisa kita lakukan dengan sangat baiknya sehingga kita sangat bersemangat untuk melakukan hal tersebut. Kita dilahirkan dengan memiliki ketertarikan dalam bidang tertentu.

Find your idol

“I am a big fan of Queen” – PSY bercerita ketika dia berumur 14 tahun, dia sangat menikmati konser Queen dengan penonton yang berjumlah sangat banyak. Saat itu dia bahkan tidak mengerti arti dari lirik yang dinyanyikan oleh Queen tapi dia dapat merasakan spirit dari Queen tersebut. Mempunyai idola itu penting, kita memiliki figur untuk kita teladani dan memotivasi kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.

Self Mastery

“I think to be creative sometimes academic thing interrupt your creating” – PSY belajar secara otodidak tentang musik, “karir” pertamanya adalah menjadi komposer. Dia tidak sekolah musik karena baginya, kreatif adalah berasal dari diri sendiri. Walaupun karirnya sebagai komposer gagal, tapi dia tidak menyesali akan keputusannya tersebut. Terkadang, kita membuat banyak alasan tentang keterbatasan kita, salah satunya adalah pendidikan. Saat kita sekolah, kita mengeluh tentang mengapa guru yang mengajar kita tidak “enak ngajarnya” dan ketika nilai kita jelek, kita menyalahkan orang lain. Self mastery adalah belajar dengan otodidak dari berbagai sumber. Jaman sekarang, ilmu dapat diperoleh dengan mudah lewat internet. Baru-baru ini saya belajar secara otodidak dengan mengikuti video kuliah dari sebuah universitas di India dan saya menikmati bagaimana belajar sendiri tanpa guru yang secara fisik mengajar di depan kita.

Failure is not our final state

“Karir”-nya sebagai komposer gagal ketika demo CD yang dia buat tidak laku dijual ke produser. Total ada 50 produser yang dia tawari CD demo tersebut, tapi selama dua tahun masa penantian, tidak ada satu pun produser yang mau mengontraknya. Perlu diketahui juga bahwa dia menyusun lagu-lagu tersebut selama 3 tahun karirnya sebagai komposer. Setelah kapok menjadi komposer, dia mencoba menjadi artis TV, tapi dia kembali gagal bahkan dia sempat ingin berhenti dari dunia entertaiment dan kembali ke bangku kuliah. Sukses tidak datang dengan mudah, ada banyak kegagalan yang akan kita hadapi. Yang terpenting adalah setelah gagal, kita harus bangkit dan kembali bekerja keras.

Get the people attention

Di tengah kegalauannya setelah gagal menjadi komposer, PSY memberanikan diri untuk mempromosikan dirinya dengan cara yang unik. Dia berjoget tanpa rasa malu di selasar kantor para produser. Dia berkata bahwa beberapa orang bahkan memanggil kemananan untuk mengusirnya. Tapi, kenekatannya membuahkan hasil dengan beberapa produser mengajaknya untuk tampil di sebuah acara TV. Orang akan memperhatikan kita apabila kita melakukan hal yang luar biasa. Kalau tidak luar biasa, kita bisa melakukan hal yang biasa dengan cara yang luar biasa. Ketika kita berani untuk keluar dari zona nyaman kita dan membuat sesuatu yang menarik, maka kita bisa menjadi perhatian bagi banyak orang (of course for a good way).

Berani tampil beda

“I thought I can provide them participation instead of exhibition” – PSY menjelaskan prinsip hidupnya ketika di jaman awal dia menjadi artis, dia dikelilingi oleh boy band yang berjumlah 4-5 orang. Dia berkata bahwa boy band-boy band tersebut melakukan gerakan yang sangat sulit untuk ditiru, tapi PSY tidak sekedar mengikuti arus mode. Dia dengan berani mengeluarkan tarian yang mudah untuk diikuti oleh banyak orang. Dia berkata bahwa, “para boy band yang tampan dan kurus menawarkan sebuah pertunjukan, tapi artis gemuk seperti saya bisa menawarkan penonton untuk ikut berpartisipasi dalam tarian saya”. Oleh karena itu, tidak heran tarian Gangnam Style menjadi demam dunia karena PSY menawarkan sebuah partisipasi bukan pertunjukan. Berani tampil beda adalah hal yang penting untuk meraih sukses.

Honest motivation

PSY terkenal dengan Gangnam Style di album ke-6 nya. Perlu 10 tahun karir untuk mencapai sukses dalam level dunia. Ketika berpikir tentang album ke-6 nya, dia memperhatikan keadaan dunia ketika itu dimana banyak terjadi krisis ekonomi. Dia bertekad untuk membuat orang tertawa dan bahagia di single album tersebut. Ketika itulah lahir Gangnam Style. Jadi, Gangnam Style lahir bukan karena PSY ingin meraih sukses dan uang banyak, yang dia inginkan adalah membuat orang lain bahagia. Semua orang perlu uang, tapi uang semestinya bukan menjadi motivasi tertinggi kita untuk kita bekerja. Pekerjaan kita semestinya bukan hanya ditukar dengan uang, tapi memberi nilai positif bagi orang lain.

Simple is not always easy

“We were so serious to make that dance”- PSY. Tarian Gangnam Style yang sederhana ternyata diperoleh dengan kerja keras. PSY dan koreografernya bekerja selama 30 hari untuk membuat tarian tersebut. Hal yang sederhana dan menjadi perhatian banyak orang ternyata diperoleh dengan cara yang tidak mudah. Semua orang bisa membuat hal yang sederhana menjadi rumit, tapi hanya sedikit orang yang bisa membuat hal rumit menjadi sederhana. Untuk membuat sesuatu yang sederhana namun powerful diperlukan kerja keras.

Cinta tanah air

Ketika lagu dan tarian Gangnam Style menjadi sangat populer, PSY tetap mempertahankan lirik lagunya dalam bahasa Korea. “If I speak Korean, I can be the best at the Western country”. Pilihan PSY beresiko untuk tetap mempertahankan bahasa Korea di lirik lagunya. PSY berprinsip bahwa dirinya bisa menjadi dirinya yang terbaik dalam bahasa Korea dan buah keputusannya ini adalah Gangnam Style mendapat peringkat satu dari UK Official Chart. Prestasi ini adalah yang pertama untuk lagu berbahasa non-Inggris. Ini menunjukan PSY adalah orang yang rendah hati dengan tetap mempertahankan jati dirinya. Saya salut karena di video speech ini, PSY begitu rendah hati dengan gaya bicara.

 I feel happy and sorry seeing people dancing Gangnam Style, I feel happy because they look so happy and I feel sorry because they don’t have any idea about the lyrics. Isn’t this great? They don’t need to know what the lyric about. So, what I thought was maybe they have their own lyrics. So, they have their own version until the ‘sexy lady’- PSY

– be blessed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s