my lab story: mutual friendship

I am very fortunate to be here, here at my lab with two PhDs fellows

Kurang lebih 8 bulan, saya sudah menjalani program doktoral di sini. Ada banyak hal yang saya syukuri selama tinggal, belajar dan bekerja di sini. Salah satu yang saya syukuri adalah pertemanan dengan kawan doktoral lainnya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana hidup dan belajar di sini tanpa mereka.

Sedikit cerita tentang dua orang teman saya. Kevin, dia berasal dari Perancis, so dia orang pribumi. Tahun ini adalah tahun terakhir baginya, so di sini dia merupakan yang paling senior. Satu lagi bernama Muhamad, dia berasal dari Libanon. Tahun ini merupakan tahun kedua baginya. Dia bisa berbahasa Perancis cukup lancar karena sudah tinggal di Perancis selama tiga tahun.

Mutual friendship atau terjemahan bebasnya “pertemanan yang saling menguntungkan” terjadi ketika masing-masing dari kami cukup rendah hati untuk mengakui kekurangan diri masing-masing dan tidak malu untuk meminta tolong kepada teman yang lain. Tidak ada persaingan diantara kami, karena doktoral bukanlah tentang persaingan, tapi kolaborasi.

So, let’s talk about our mutual friendship

Software is my thing

Saya cukup menguasai software untuk pengolahan data (GNUPLOT dan MATLAB) dan software untuk membuat laporan (LaTeX). Awalnya saya melihat grafik data yang mereka buat tidak terlalu bagus (hasil dari Microsoft Excel), lalu saya pinjam data mereka dan membuat ulang grafik. Ternyata, mereka tertarik untuk belajar GNUPLOT dan setelah cukup menguasainya mereka membuat ulang semua grafik untuk laporan mereka. Sama halnya dengan LaTeX, walaupun mereka bukan programmer tapi mereka ternyata bisa menguasainya. Seringkali juga saya harus mendatangi meja mereka untuk troubleshooting, memang sih agak sedikit mengganggu pekerjaan saya, but I enjoy that kind of experience.

Muhamad helps me with French administration

Saya teringat ketika pertama kali datang, ada banyak urusan administrasi yang harus saya urus. Buka rekening bank, langganan nomor telepon, daftar ulang universitas, mengurus potongan biaya rumah hingga saat ini pengurusan perpanjangan visa. Karena saya ga bisa bahasa Perancis, Muhamad sangat membantu banyak (bahkan mungkin terlalu banyak). Dia tidak segan untuk menemani ke bank, ke kantor administrasi kota hingga menelepon banyak hal hingga urusan saya selesai.

Kevin helps me with chemical experiment

Saya ga punya dasar kimia eksperimen. Terakhir saya eksperimen kimia itu adalah 8 tahun yang lalu, ketika masih tingkat pertama di ITB. Kevin membantu dan melatih saya untuk menggunakan peralatan kimia. Dimulai dari menjelaskan prosedur keamanan, mencarikan jas lab, melatih menggunakan alat-alat lab, melatih cara mensintesis material hingga menganalisis hasil eksperimen. So, dia memberikan dasar eksperimen yang saya perlukan di sini.

Share PhD experiences

Karena senasib dan sepenanggungan dan sama-sama mahasiswa PhD, kami sering berdiskusi pengalaman riset. Hal yang saya rasa ga bisa didapat dari membaca buku. Oleh karena itu, saya bersyukur bisa bersama-sama mereka menjalani riset di sini.

“We’ll be Friends Forever, won’t we, Pooh?’ asked Piglet. Even longer,’ Pooh answered.” ― A.A. Milne, Winnie-the-Pooh.

– be blessed

One thought on “my lab story: mutual friendship

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s