masalah ketika bekerja/belajar: pusaran internet dan komunikasi

we are not live in the age of information, we are live in the age of distraction – Leo Babauta, Zen Habits

Skenario berikut sering terjadi:

Kita memulai hari dengan semangat. Bangun pagi, melihat to-do list berupa hal yang harus kita kerjakan di kampus/rumah/kantor. Kita menyalakan komputer/laptop yang terhubung dengan internet. Belum 5 menit kita mengerjakan sebuah pekerjaan, kita tergoda untuk memeriksa akun jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter dan sebagainya. Setelah memeriksa (balas komen, lihat ststus teman, komen lalu like), kita kembali ke pekerjaan kita. Belum lima menit, kita tergoda memeriksa berita hari ini. Selesai baca berita kita kembali ke pekerjaan kita, belum lima menit lagi, kita tergoda untuk chat dengan teman via smart phone, IM Messanger dsb. Tak terasa sudah jam makan siang dan kita belum menyelesaikan apa-apa.

Skenario tersebut berlangsung lagi setelah jam makan siang hingga sore dan malam hari. Yet, tak ada satupun dari to-do list yang kita kerjakan.

Hal ini banyak terjadi pada kita (termasuk saya), entah itu ketika hendak mencicil laporan, mengerjakan tugas akhir/skripsi atau tesis atau disertasi. Malam tiba dan kita merasa bersalah karena hari ini kita tidak melakukan banyak.

Ini yang dinamakan Internet Vortex (pusaran internet), plus Communication Vortex (pusaran komunikasi), dimana ketika kita sudah masuk di pusaran tersebut, seperti pusaran air di laut kita sulit untuk keluar.

Hal ini menjadi kebiasaan dan lama-lama menjadi sebuah karakter. Siklus tersebut berulang-ulang. Pagi hari dimulai dengans ebuah tekad untuk melakukan banyak hal, masuk ke pusaran internet dan/atau komunikasi, pekerjaan terbengkalai dan rasa bersalah di malam hari.

Sulit rasanya untuk mengabaikan notifikasi di smart phone, di laptop/komputer. Sulit juga rasanya untuk mengabaikan notifikasi chatting ketika seorang teman menyapa dan ngajak ngobrol.

Hal ini merupakan distraksi. Kita “terpaksa” untuk berhenti mengerjakan hal yang harusnya kita kerjakan untuk me-“ladeni” teknologi yang seharusnya lebih membantu kita dan bukan membuat kita menjadi penunda.

Distraksi itu mengganggu konsentrasi, membuat kita tidak teliti dan malahan bisa membuat suatu pekerjaan lebih lama terselesaikan. Hal ini dijelaskan secara ilmiah oleh John Medina di bukunya yang berjudul Brain Rules.

Buku ini saya baca sekitar 3 tahun yang lalu. Membaca buku ini saya jadi mengerti tentang cara kerja otak dan konsentrasi, bahwa distraksi seperti smart phone, internet dsb mengganggu konsentrasi dan membuat pekerjaan menjadi lebih lama terselesaikan.

Buku ini juga menjelaskan bahwa there is no such a thing as multitasking. Otak kita hanya bisa bekerja pada satu buah pekerjaan saja. Oleh karena itu, ketika kita bekerja dengan serius lalu kita tergoda untuk chatting “sejenak” lalu kembali lagi ke pekerjaan, otak kita memerlukan waktu untuk bisa berkonsentrasi ke pekerjaan kita. Alhasil, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan itu menjadi lebih banyak.

Itulah mengapa ketika kita ngobrol dengan si A, lalu si B datang ngajak ngobrol topik yang lain, lalu kita kembali ke topik si A, yang terjadi adalah kita lupa sampai di mana pembicaraan dengan si A. “Sampai di mana ya tadi ?” adalah ungkapan yang sering kita ucapkan ketika perhatian kita terdistraksi oleh hal yang lain.

Well, sejak itu, saya berusaha untuk mengubah kebiasaan saya yang sering “terjebak” oleh pusaran internet dan komunikasi.

Caranya sebetulnya mudah saja. Matikan semua service social networking, chatting dan smart phone, sehingga kita bisa berkonsetrasi untuk bekerja.

Namun kemudian muncul pertanyaan di benak kita,

Gimana kalau ada yang penting di social media atau ada yang perlu sama kita di chatting ?

Well, here’s the reality…

No body is gonna miss u, so do your job now. Sejujurnya, gada juga tuh yang kangen-kangen amat ama kita sampai women/chat nya tidak bisa menunggu 1-2 jam ke depan. Coba saja dengan reality check. Matikan chatting, social media dan notif di smart phone (What’s App, Line, Viber dsb), lalu konsen bekerja selama 30menit – 1 jam, lalu periksa semua social media dan notif di smart phone. Kalaupun ada yang nyariin atau komen atau chat, rasanya ga perlu juga dijawab “sekarang”, It can wait ’till you finish your job

Gimana kalau ada berita yang penting di situs berita (detik.com, kompas.com dsb) ?

Well, here’s another reality…

Those news are 90% irrelevant for you. Si artis A cerai kah, si Gubernur B menyatakan statement anu kah, perang aplikasi antar perusahaan teknologi kah. Berita-berita kayak gitu rasanya bisa menunggu untuk dibaca di kemudian waktu, setelah kita menyelesaikan tugas kita.

Cobalah untuk bekerja 30 menit – 1 jam saja tanpa adanya gangguan dari internet. Kalaupun harus bekerja dengan internet untuk riset, riset dan e-mail untuk kepentingan pekerjaan, setidaknya social media dan aplikasi chatting-nya bisa di-close dulu.

It is simple, but simple is not always easy. 

8 thoughts on “masalah ketika bekerja/belajar: pusaran internet dan komunikasi

  1. bener banget pak It is simple, but simple is not always easy !
    terima kasih atas Tipsnya..🙂
    bicara soal buku Brain Rules nya itu apa ada di indonesia….????

  2. Pingback: pusaran internet dan komunikasi (PhD Comics) | My Ph.D Life

  3. Terima kasih atas informasinya. benar2 kejadian sehari2, sudah semangat pas nyentuh internet malah jadi terasa nggak ngapa-ngapain. di rumah juga gitu kalau ada internet, jadi saya matikan fasilitas internet di rumah. di hp juga gitu. hahhaa…
    dan saya sepakat dengan dua poin terakhir, tidak ada yang begitu merindukan kita dan berita2 yg ada juga tidak berhubungan secara langsung.

    jadi fokus aja kerja semaksimal mungkin di awal.🙂

  4. Halo kaka, ada yg ingin saya tanyakan, mengenai beberapa hal. Bolehkah saya meminta email kaka? Mohon maaf dan terimakasih sblmnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s