kita adalah jumlah dari orang-orang terdekat di sekitar kita

“We are the sum of whoever we worked with” – Howard Gardner

Kemarin, saya membaca sebuah artikel yang menarik. Artikel ini adalah tentang Howard Gardner penulis best seller Multiple Intelligence yang memberikan apresiasi kepada orang-orang terdekatnya yakni mentor dan koleganya. Dia berkata bahwa “kita adalah jumlah dari orang-orang yang bekerja dengan kita”. Dengan kata lain, masa depan kita, efektifitas dan produktivitas kita merupakan fungsi dari orang-orang terdekat kita atau yang lebih dikenal dengan istilah lingkaran dalam/inner circle.

Apa yang ditulis di artikel ini memang benar, bahwa dengan siapa kita berteman/bergaul menentukan masa depan kita. Contohnya adalah kalau kita bergaul dengan mereka yang hobi membuang-buang waktu, maka lama-lama kita juga akan seperti mereka. Bolos kuliah, nitip absen dsb. Demikian juga sebaliknya, kalau kita berteman dengan mereka yang rajin mencatat di kelas, bikin PR, ngerjain tugas dan suka belajar bersama, maka lama-lama kita juga akan memiliki sifat seperti itu. Contoh lainnya adalah kerja kelompok, kalau kita sekelompok dengan mereka yang hanya “numpang nama” dan hanya sedikit memberi kontribusi pada pekerjaan kelompok, tentunya kelompok kita tidak mendapat nilai yang maksimal.

Artikel ini membuat saya merenung mengenai sebuah ungkapan yang sering saya dengar: “semua tergantung orang/pribadi/individu-nya“. Ungkapan ini lebih menekankan pentingnya kepribadian seseorang dibandingkan dengan lingkungannya. Memang kita dengar banyak kisah sukses seseorang yang bisa sukses karena dirinya sendiri, terlepas dari lingkungannya seperti apa. Tapi, rasanya lingkungan yang dimaksud seperti keterbatasan ekonomi, keterbatasan fisik dan keterbatasan sumber daya. Cerita Laskar Pelangi adalah contohnya, dimana keterbatasan sarana pendidikan menjadi kendala anak-anak di cerita tersebut. So, ungkapan ini tidak bisa diartikan “bagaimanapun ‘jelek’nya orang-orang terdekat kita, semua tergantung kita”.

Orang-orang terdekat kita bisa menjadi pendukung kehidupan kita, namun bisa juga menjadi jangkar yang menghalangi kita untuk maju.

Then I think further about these simple academic applications:

  1. Penting untuk masuk perguruan tinggi terbaik/favorit. Kompetensi yang tinggi memaksa kita untuk bekerja lebih keras. Perguruan tinggi favorit tentu memiliki mahasiswa-mahasiswa yang berkompeten. Kalau kita bisa bergaul dengan mereka, belajar bersama dan mengerjakan proyek/tugas bersama, tentu kita bisa belajar banyak dari mereka. Masuk perguruan tinggi favorit tentu bukan hal yang mudah, ada banyak kriteria yang harus dipenuhi dengan kerja keras but it will pay off to make us a better person. So, aim higher to the best/favorite university.  
  2. Penting untuk bekerja di perusahaan yang besar. Kita mengenal perusahaan-perusahaan besar, dimana perusahaan itu memiliki reputasi yang tinggi di bidangnya. Tentu masuk perusahaan seperti ini juga bukan hal yang mudah, proses seleksi langkah demi langkah, level demi level harus dijalani dengan kerja keras but in the end it will pay off too. Saya memiliki teman yang usia nya sama, punya pola pikir yang hampir sama ketika sebelum bekerja, lalu mereka bekerja di perusahaan yang berbeda, hasilnya pola pikir mereka sangat berbeda, teman yang bekerja di perusahaan yang berkompetensi tinggi dapat berpikir lebih jauh dan memiliki etos kerja yang lebih tinggi dibanding teman yang bekerja di perusahaan yang level nya lebih rendah. Memang ini hanya sebuah contoh, but it happens. Dengan siapa kita bekerja, menentukan keefektifan dan prestasi kita.
  3. Penting untuk memiliki teman seperjuangan yang kompeten. Kompeten di sini berarti hebat dalam skill dan sikap. Teman seperjuangan bisa berarti teman satu proyek, teman satu lab, teman satu kelompok, teman satu departemen dan sebagainya. Dalam studi S3, penting untuk masuk sebuah grup riset dengan reputasi tinggi, memiliki kepala lab yang punya reputasi, pembimbing yang mengerti betul tentang bidangnya dan atribut lainnya. Hal-hal seperti ini yang memaksa kita untuk terus bekerja dan membidik prestasi yang lebih tinggi.

So, ada baiknya kita memeriksa dengan siapa kita bergaul. Selain itu, memeriksa kebiasaan dan gaya hidup yang kita jalani, kemungkinan besar kita memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang meniru orang-orang di sekeliling kita.

– be blessed

 

 

 

2 thoughts on “kita adalah jumlah dari orang-orang terdekat di sekitar kita

  1. Wah pas sekali tulisan ini dengan kondisi saya Pak Cris🙂 lagi tidak semangat mengejar cita2, padahal dulu sewaktu ada teman dan lingkungan yang dukung semangat terus. Saya simpulkan kita harus berani dan siap terjun di lingkungan yang tebaik. biar pribadinya menjadi berkembang.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s