challenging myself: jurnal hari pertama

“pendahuluan” adalah tentang bagaimana kita membangun argumen makalah kita serta ber-“iklan” mengapa makalah kita perlu dibaca.

Posting ini adalah jurnal hari pertama dari seri challenging myself. Seri ini adalah mengenai bagaimana saya menantang diri sendiri untuk menulis dua makalah tentang pendidikan dalam waktu satu minggu.

Saya mulai dengan makalah mengenai “Media Pembelajaran Fisika berbasis Wolfram Mathematica“. Hari ini adalah hari pertama yang saya isi dengan membuat kerangka makalah, mengumpulkan bahan untuk pendahuluan serta menulis draft pertama pendahuluan.

Kerangka makalah perlu disusun sebagai panduan dalam menulis. Dengan kerangka makalah, kita bisa melihat gambaran besar dari keseluruhan makalah. Dengan demikian, kita dapat menyusun tulisan dengan sistematis. Kerangka makalah tentang Wolfram Mathematica ini terdiri dari pendahuluan, sekilas tentang Wolfram Mathematica, fitur Wolfram Mathematica, contoh media pembelajaran serta kesimpulan. Kerangka ini disusun setelah saya mengumpulkan informasi awal mengenai peran Wolfram Mathematica sebagai platform pembelajaran. Informasi ini saya cari dengan rapid artinya apabila saya menemukan artikel atau video presentasi, saya hanya mengambil intisari dari bahan itu dengan cepat. Selain itu saya harus segera menyimpan setiap informasi ini dengan baik untuk kemudian saya tindaklanjuti.

Mengelompokan informasi untuk pendahuluan. Dari sekian banyak informasi yang saya kumpulkan, saya mengelompokan informasi-informasi tersebut berdasarkan kerangka yang sudah saya susun. Untuk hari pertama ini, saya hendak menyelesaikan bagian pendahuluan. Bagian ini sangat penting dan cukup menghabiskan waktu dan tenaga karena di bagian pendahuluan kita harus mengumpulkan argumen yang sesuai serta menyampaikan kepentingan dari makalah yang kita buat. Argumen dalam hal ini adalah mengapa perlunya media pembelajaran Fisika yang interaktif ? Argumen yang kuat ini kemudian bermuara pada solusi yang terdapat pada Wolfram Mathematica. Untuk menyusun argumen ini, saya bukan hanya harus berfokus kepada keuntungan Wolfram Mathematica, namun juga kepada kepentingan dari sisi pengajaran. Dalam hal ini, saya mengumpulkan informasi mengenai model pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa dalam mengeksplorasi pengetahuan. Model ini merupakan lawan dari model klasik, dimana guru menjadi pusat pengajaran. Untuk sumber yang terpercaya, saya berfokus kepada jurnal pendidikan mengenai tema yang terkait.

Menulis draft pendahuluan. Target hari ini adalah menulis draft pendahuluan. Saya menggunakan software Scrivener. Software ini sangat mendukung untuk membuat draft dan melakukan riset. Software ini sangat fleksibel ketika kita menulis draft dengan menyajikan window yang berbeda untuk setiap chapter/babnya. Dengan demikian software ini menghindari dokumen yang panjang (seperti MS Word dan LaTeX) yang seringkali mempersulit kita dalam menulis.

Berikut tampilan ketika brainstorming:

messy draft

messy draft

Brainstorming dalam hal ini berarti mengambil kalimat inti dari referensi dan menulis nya secara bebas. Brainstorming tidak memperhatikan gaya penulisan atau aspek benar/salah suatu kalimat.

Setelah brainstorming, saya lalu menyusun argumen dari beberapa referensi. Argumen ini kemudian bermuara pada tujuan makalah. Berikut versi “fix” dari draft pertama pendahuluan ini:

Draft pertama pendahuluan

Draft pertama pendahuluan

So, that’s all for the first day. 

– be blessed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s