challenging myself: menulis dua makalah pendidikan dalam satu minggu

Terkadang masalah kita bukanlah karena kita membidik target terlalu tinggi tapi karena menaruhnya terlalu rendah.

Ekspektasi terhadap diri kita sendiri menentukan kinerja yang kita hasilkan. Sungguh sulit untuk memenuhi ekspektasi orang lain (eksternal), tapi bagi saya cukup rasional untuk memenuhi ekspektasi terhadap diri sendiri (internal). Ekspektasi yang rendah membuat kita terlalu “mudah” terhadap diri sendiri yang mengakibatkan kinerja yang kita hasilkan jauh dibawah level tertinggi yang “seharusnya” bisa kita hasilkan.

Deadline merupakan faktor yang juga menentukan kinerja yang kita hasilkan. Tanpa deadline, kita menjadi seorang penunda. Deadline bisa ditetapkan oleh diri sendiri (internal) atau orang lain (eksternal). Ada banyak penelitian yang menunjukan deadline mana yang berdampak lebih pada keefektifan seseorang. Bagi saya pribadi seringkali merasa tertekan ketika harus memenuhi deadline yang ditetapkan oleh orang lain. Ada perasaan tidak enak ketika harus bekerja dibawah tekanan deadline tersebut. Tapi ketika saya berada di bawah deadline pribadi, saya merasa tertantang dan semangat untuk memenuhi deadline tersebut.

one week off and upcoming local conference are two “coincidences” for experimenting with myself 

Berdasarkan perenungan di akhir pekan yang lalu, satu minggu ini saya hendak menantang diri sendiri dengan sebuah ekspektasi dan deadline. Ekspektasi dan deadline-nya adalah menulis dua makalah mengenai pendidikan dalam waktu satu minggu (28 Oktober – 2November 2013). Dua makalah ini ditujukan untuk di-submit ke seminar lokal di ITB pada awal Desember nanti. “Kebetulan” satu minggu ini saya libur dalam rangka hari raya Toussaint.

Dua makalah pendidikan yang bertema: “Pembelajaran Fisika berbasis Wolfram Mathematica” serta “Pembelajaran programming dan embedded system berbasis Raspberry-Pi” ini dirasa cukup realistis karena keduanya tidaklah asing bagi saya. Terlebih lagi, makalah ini bersifat deskriptif dan bukan berbasis penelitian. Makalah ini bertujuan memberi wawasan mengenai metode pembelajaran di bidang Fisika dan Elektronika. Karena saya secara fisik tidak akan berada di Bandung pada hari seminar, saya meminta tolong dua dosen di ITB untuk mempresentasikan serta menjadi co-author makalah ini.

Waktu selama satu minggu pun dirasa cukup realistis. Tanpa “gangguan” banyak orang dan “officially” tidak melakukan penelitian Doktor di laboratorium, saya memiliki waktu yang cukup untuk mengumpulkan bahan serta menulis kedua makalah tersebut. Saya tetap bekerja di kampus dengan alasan ruang yang cukup besar, multiple display (ada satu monitor nganggur) serta kemudahan untuk membuat kopi🙂

Jurnal harian mengenai progress pengerjaan serta hal-hal yang saya pelajari secara pribadi akan saya tulis di blog ini. Menulis di sini membuat saya “seolah-olah”  memilki rekan akuntabilitas yang memantau saya bekerja.

– be blessed

4 thoughts on “challenging myself: menulis dua makalah pendidikan dalam satu minggu

  1. Pingback: jurnal hari pertama: pendahuluan makalah Mathematica | My Ph.D Life

  2. Pingback: challenging myself: jurnal hari kedua | My Ph.D Life

  3. Pingback: challenging myself: journal hari ketiga (generasi konsumtif) | My Ph.D Life

  4. Pingback: challenging myself: jurnal hari keempat – ketujuh | My Ph.D Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s